• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Tour de Singkarak 2018

Pimpin Klasemen Sementara, Pembalap Australia Enggan Jemawa

Kautsar Halim - 08 November 2018 06:34 wib
Pembalap asal Australia Jesse Ewart (Foto: Medcom.id/Zam)
Pembalap asal Australia Jesse Ewart (Foto: Medcom.id/Zam)

Agam: Pembalap Australia, Jesse Ewart, tetap waspada meskipun masih memimpin klasemen sementara klasifikasi individu umum Tour de Singkarak 2018. Apalagi, setelah dia gagal bersaing pada etape 4 yang mengambil rute Kota Padang - Kabupaten Agam, Rabu 7 November.

Etape 4 memang punya tantangan lebih berat ketimbang tiga etape sebelumnya. Sebab, turun hujan deras dan kabut tebal ketika para pembalap melalui Kelok 44 yang berpanorama indah dan memiliki tanjakan mematikan. 

"Kelok 44 sangat indah, tapi sangat sulit ditanjak. Terlebih lagi tadi hujan yang membuat ban jadi licin. Kendati demikian, adanya tantangan seperti ini membuat balapan jadi menarik. Saya harap panitia bisa mempertahankan keseruan ini," kata Ewart setelah menyelesaikan etape 4. 

Ewart yang tergabung dengan tim Sapura Cycling (Malaysia) finis di urutan ke-23 saat melewati garis finis etape 4 di puncak Ambun Pagi. Waktu yang dilahapnya saat itu, mencapai 3 jam 56 menit dan 36 detik. 

Meski tertinggal, Ewart tetap memimpin klasemen sementara klasifikasi individu umum dengan total waktu 15 jam 51 menit dan 36 detik. Jumlah itu hanya berselisih dua detik saja dengan Ariya Phounsavath dari Thailand yang berada di bawahnya.

"Masih memungkinkan bagi saya untuk jadi juara. Tapi perjalanan masih jauh dan saya enggan sesumbar. Saya hanya bisa katakan bahwa perjuangan hari ini benar-benar berat, tapi syukurnya masih bisa bertahan," tutup Ewart. 

Ewart mampu bertahan di puncak klasemen sementara karena finis cukup jauh dengan para rivalnya pada etape ketiga (Kabupaten Solok - Tanah Datar). Tren positif ini bisa saja berakhir apabila Ewart kembali gagal bersaing pada etape kelima yang memiliki rute sejauh 170,5 kilometer (Limapuluh Kota - Pasaman).

Tim Angkat Besi RI Dapat Empat Kuota di Olimpiade 2020



(FIR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.