Jepang akan Tes Covid-19 Atlet Setiap Hari Selama Olimpiade

    Medcom - 28 April 2021 21:41 WIB
    Jepang akan Tes Covid-19 Atlet Setiap Hari Selama Olimpiade
    Ilustrasi Istimewa



    Jakarta: Pemerintah Jepang menyetujui kebijakan untuk tes Covid-19 untuk semua atlet yang berpartisipasi pada Olimpiade Tokyo setiap hari, Kyodo melaporkan, Rabu.

    Para pejabat Jepang menyetujui kebijakan tersebut beberapa jam sebelum pertemuan online tingkat tinggi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan penyelenggara. Langkah antisipasi disetujui, termasuk mewajibkan atlet dan staf dari luar negeri dites Covid-19 dua kali dalam 96 jam sebelum keberangkatan mereka dari negara masing-masing.






    Presiden IOC Thomas Bach dan perwakilan penyelenggara mengambil bagian dalam pertemuan virtual tersebut untuk membahas penanggulangan virus korona.

    "IOC berkomitmen penuh untuk keberhasilan dan keselamatan penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020," kata Bach dalam pidato pembukaannya, menambahkan bahwa penyelenggara akan secara ketat menegakkan aturan Covid-19.

    Panitia juga merilis versi terbaru dari playbook atau buku pedoman untuk para atlet, yang berisi peraturan yang harus mereka ikuti selama pertandingan.

    Sementara sekitar 577.000 kasus Covid-19 yang telah dikonfirmasi Jepang, lebih sedikit daripada banyak negara lainnya, survei yang telah berulang kali dilakukan menunjukkan bahwa mayoritas orang Jepang tidak mendukung penyelenggaraan Olimpiade, yang telah ditunda satu tahun.

    Penyelenggara telah menekankan pentingnya tes Covid-19 untuk atlet dan ofisial tamu secara berkala untuk mendeteksi infeksi pada tahap awal dan mencegah pertandingan sebagai tempat penyebaran virus korona.

    Pejabat senior Jepang, Rabu, mengatakan pemerintah akan mengamankan sekitar 30 rumah sakit yang mampu menerima atlet dan ofisial selama Olimpiade. Perdana Menteri Yoshihide Suga berjanji mengambil langkah-langkah untuk memastikan Olimpiade Tokyo aman dan terjamin.

    Tokyo dan beberapa prefektur berada di bawah keadaan darurat ketiga hingga 11 Mei karena lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini. Ibu kota negara Jepang itu, Rabu, mengonfirmasi 925 kasus Covid-19, angka tertinggi sejak 28 Januari.

    Di bawah keadaan darurat yang mulai berlaku Minggu (25/4), fasilitas komersial besar, seperti taman hiburan, tempat karaoke dan restoran yang menyajikan alkohol telah diminta untuk ditutup.

    Vaksinasi di Jepang dikritik terlalu lambat, baru dimulai untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas awal bulan ini. IOC dan panitia penyelenggara Tokyo belum mewajibkan vaksinasi bagi atlet dan ofisial. IOC merekomendasikan mereka menerima vaksin untuk melindungi kesehatan para peserta dan masyarakat Jepang.

    Video: Polisi Buru Pemilik Akun Medsos yang Mengajak Jakmania Berkerumun


    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id