• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bonus Asian Para Games 2018

Atlet di Atas 35 Tahun Mengeluh tidak Bisa Jadi PNS, Ini Jawaban Kemenpora

Kautsar Halim - 11 Oktober 2018 20:42 wib
Suasana pertandingan cabor catur di ajang Asian Para Games 2018
Suasana pertandingan cabor catur di ajang Asian Para Games 2018 (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta: Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, merespons keluhan tim para catur Indonesia. Menurut dia, pihaknya belum bisa berbuat banyak atas harapan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pengangkatan menjadi PNS merupakan salah satu bonus yang dijanjikan pemerintah apabila mampu menyabet emas di Asian Para Games 2018. Sayangnya, bonus itu hanya bisa dinikmati para atlet yang berusia maksimal 35 tahun.

Di sisi lain, kebanyakan atlet para catur Indonesia sudah berusia lanjut atau di atas 35 tahun. Tak heran, jika akhirnya mereka mengeluh seusai mempersembahkan enam medali emas pada Rabu 10 Oktober lalu. 
 

Baca: Jendi Pangabean Tambah Perolehan Emas Indonesia


Tim para catur Indonesia sudah cukup tahu diri bahwa usia mereka sudah tidak lagi produktif untuk bekerja sebagai PNS. Oleh karena itu, mereka berharap agar bonus pengangkatan PNS itu diubah menjadi tunjangan dana pensiun bagi atlet yang berumur di atas 35 tahun.

Tak banyak yang dikatakan Gatot ketika dikonfirmasi medcom.id soal keluhan tim para catur Indonesia. Kendati demikian, dia menegaskan tetap mengapresiasi perjuangan tim asuhan Heri Gogor dan Sri Martono.

"Kalau soal itu, ketentuannya memang maksimal 35 tahun. Bukan aturan dari Kemenpora, tetapi sudah peraturan pemerintah," ketik Gatot via aplikasi Whatsapp, Kamis (11/9/2018).
 

Baca juga: Atlet Para Catur Indonesia Kecewa dengan Bonus Pemerintah


"Kami hanya patuh pada peraturan. Tetapi kami tetap menghargai perjuangan mereka," tambahnya mengakhiri percakapan.

Tim para catur Indonesia hanya ditargetkan menyumbang empat emas di ajang Asian Para Games 2018. Kemarin, Heri Gogor selaku manajer tim sempat mengatakan para pemainnya masih bisa menambah sekitar empat emas lagi lewat nomor catur cepat.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ni Made Arianti Tambah Perak dari 400 Meter Putri




(ACF)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.