• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Asian Para Games 2018

Komentar Pelatih Tunggal Putri Usai Gagal Raih Emas

Rendy Renuki H - 12 Oktober 2018 16:30 wib
Suasana pertandingan Leani Ratri Oktila kontra Hefang Cheng.
Suasana pertandingan Leani Ratri Oktila kontra Hefang Cheng. (Foto: medcom.id/Rendy Renuki)

Jakarta: Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Leani Ratri Oktila gagal meraih emas Asian Para Games di klasifikasi SL 4, Jumat 12 Oktober. Leani dikalahkan wakil Tiongkok Hefang Cheng pada pertandingan di Istora Senayan Jakarta.

Ia dikalahkan Hefang lewat pertarungan ketat rubber game 21-19, 18-21, dan 13-21. Hasil itu membuat Leani harus puas meraih medali perak dari nomor tunggal putri SL 4.

Namun, hasil itu masih diapresiasi pelatih tunggal putri para bulu tangkis Yunita Ambar Wulandari. Menurutnya, nomor tunggal putri klasifikasi SL 4 memang tidak ditargetkan meraih emas di Asian Para Games 2018.

"Evaluasi saya dia sudah berusaha maksimal. Intinya dia memang tidak ditargetkan emas, tapi dia memang sudah maksimal dan memang sebelumnya nomor tunggal tidak ditargetkan emas," ujar pelatih yang karib disapa Ambar saat jumpa pers usai pertandingan.

Baca: Leani Ratri Harus Puas Raih Perak di Tunggal Putri


Ia pun menilai, jika penampilan pebulu tangkis Tiongkok lebih baik pada pertandingan final. Menurutnya, Hefang memiliki mental dan fisik yang lebih stabil ketimbang Leani.

"Pemain Tiongkok memiliki mental kuat dan fisik yang juga bagus. Saya rasa dia lebih baik, karena pernah mengalahkan rekan senegaranya yang menjadi unggulan pada semifinal," kata Ambar.

Kekalahan ini, kata Ambar, takkan berpengaruh kepada penampilan Leani di nomor ganda putri klasifikasi SL 3/SU 5. Leani akan kembali tampil berduet dengan Khalimatus Safiyah di final ganda putri melawan Hefang Cheng/Huihui Ma sore nanti.

"Saya rasa atlet kami sudah profesional. Atlet para biasa bertanding tiga nomor sekaligus. Biasanya kalau sudah kalah mereka siap menang di nomor berikutnya. Strateginya percaya diri saja, yakin saja," tutupnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Peran Relawan di Asian Para Games 2018


(ASM)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.