NOC Indonesia Masih Tunggu IOC Kepastian Digelarnya Olimpiade

    Rendy Renuki H - 30 Maret 2020 15:27 WIB
    NOC Indonesia Masih Tunggu IOC Kepastian Digelarnya Olimpiade
    Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (Medcom.id/Rendy Renuki H)
    Jakarta: National Olympic Committee (NOC) Indonesia masih menunggu Komite Olimpiade Internasional (IOC) perihal kepastian kapan digelarnya Olimpiade 2020 yang ditangguhkan akibat pandemi korona.

    Multievent empat tahunan yang akan digelar di Tokyo pada 24 Juli-9 Agustus batal terlaksana. IOC pun memutuskan menggelar Olimpiade Tokyo tahun depan, namun belum memberikan kepastian tanggal.

    Perlunya kepastian tanggal itu menurut Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari sangat berpengaruh. Terutama untuk masalah pembiayaan Pelatnas, serta fase kualifikasi beberapa cabang olahraga.

    "Sudah ada pemberitahuan resmi dari presiden IOC yang menyatakan bahwa Tokyo Olympic dan Paralympic di tunda. Atas penundaan ini akan banyak langkah yang harus disikapi terutama pembiayaan," kata Oktohari saat telekonferensi dengan awak media, Senin 30 Maret. 

    "Dari NOC juga sudah menanyakan langsung teknis dari penundaan tersebut, karena proses kualifikasi masih ada yang belum selesai, lanjut atau tidak. Penundaan baru tahu 2021, tapi waktunya belum tahu kapan. IOC belum menyebutkan detail dari Olimpiade," sambungnya. 

    Senada dengan Oktohari, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto menyatakan pihaknya masih terus mengkaji penundaan Olimpiade. Ia juga menyampaikan jika anggaran Olimpiade tersedia, namun masih dalam proses laporan.

    "Concern kita show must go on. Di internal sudah laporkan ke Menpora (Zainudin Amali), menteri sedang melakukan kajian antara memanggil pimpinan olahraga untuk tahu apa yang harus dilakukan," tutur Gatot.

    "Masalah anggaran, dana fasilitas ada Rp86 miliar untuk 11 cabor, dan Rp75,3 miliar untuk NOC, total Rp161,5 miliar. Sisa dana cabor Asian Games dan event lain Rp58 miliar. Sementara cabor yang belum, masih dalam proses," terangnya. 

    Gatot pun menyampaikan Kemenpora telah membuat protokol program Pelatnas Olimpiade dan Paralimpiade pada 17 Maret lalu. Mengingat masih dalam masa pandemi korona, pemantauan Pelatnas akan dilakukan dari jarak jauh.

    "Terkait dengan program Pelatnas sudah buat protokol keolahragaan, 17 maret. Pertama, khusus item Pelatnas, agar sifatnya yang mengumupulkan kerumunan, jadi pemantauan jarak jauh. Khususnya persiapan Olympic dan Paralympic," pungkas Gatot. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id