Timnas Basket Putri 3x3 Bawa Banyak PR dari Kualifikasi Olimpiade Tokyo

    Rendy Renuki H - 01 Juni 2021 15:09 WIB
    Timnas Basket Putri 3x3 Bawa Banyak PR dari Kualifikasi Olimpiade Tokyo
    Timnas basket 3x3 putri (Dok. Perbasi)



    Jakarta: Pelatih Timnas Bakset Putri 3x3 Indonesia July Wong mengaku, membawa banyak pekerjaan rumah (PR) setelah berjuang pada Turnamen FIBA 3x3 Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 di Austria. Dia akan menyelesaikan satu persatu PR tersebut setelah kembali ke Indonesia. 

    "Banyak sekali PR kita, kekurangan kita dan akan kita evaluasi ketika kita balik ke Indonesia nanti," ungkap Coach July Wong. "Para pemain masih suka panik, jadinya semua dilakukan dengan buru-buru yang membuat kita banyak sekali melakukan TO (turn over)," lanjutnya.

     



    Sebagaimana diketahui, Timnas Basket Putri 3x3 Indonesia pada 26 hingga 30 Mei berjuang di Turnamen FIBA 3x3 Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 di Graz, Austria. Di sana, Indonesia satu grup dengan Amerika Serikat, Jerman, Uruguay, dan Prancis di Pool A. 

    Dari pertarungan yang telah dijalani, Timnas yang diperkuat Dyah Lestari, Lea Kahol, Ayu Sriartha, dan Nathania Orville, mampu memetik satu kemenangan dari empat pertandingan. Sedangkan di tiga laga lainnya, Indonesia dipaksa menyerah. 

    Kalah 7-21 dari peringkat pertama FIBA, takluk 9-22 kepada Jerman, dan akui kemenangan Prancis dengan skor 6-18. Kemudian satu-satunya kemenangan  diraih dari Uruguay dengan skor 22-15.

    "Kemenangan kita dari Uruguay, sangat berarti. Kemenangan itu menunjukkan bahwa semua kerja keras kita selama 1,5 bulan ini tidak sia-sia dengan kita fight dan memberikan yang terbaik," ujarnya.

    Sebelum bertolak ke Graz, Austria, Dyah Lestari dkk memang telah digembleng di GOR Cahaya Lestari Surabaya. Di sana mereka berlatih 1,5 bulan sejak 4 April lalu. Bahkan mereka rela tidak merayakan Lebaran bersama keluarga karena tetap latihan dan meminimalisasi potensi penularan Covid 19. Mengingat, selama latihan para pemain menerapkan protokol kesehatan ketat dengan akses terbatas.

    July berharap, pengalaman yang diambil dari Austria ini berguna di SEA Games Vietnam nanti. Dengan harapan, di Vietnam nanti bisa perbaiki capaian SEA Games edisi sebelumnya yang gagal ke semifinal karena hanya mampu catatkan satu kemenangan dari lima laga di penyisihan SEA Games 2019.

    "Mohon doanya semoga di SEA Games Vietnam nanti bisa meraih hasil terbaik," ujarnya.

    Manajer Timnas Bakset Putri 3x3 Indonesia Christopher Tanuwijaya mengatakan, Senin sore pada pemain tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah penerbangan dari Austria. Setelah tiba di Indonesia para pemain tidak bisa langsung kembali ke klub masing-masing. Merekanharus jalani karantina mandiri selama lima hari di hotel sesuai peraturan Pemerintah.

    "Lalu kembali ke kegiatan mereka masing-masing, apakah ke klub asalnya atau ke tim PON mereka sambil menunggu keputusan jadwal TC SEA Games, yang mungkin akan bisa kita terima di awal bulan Juni," terang Christopher.

    Sementara Sekjend PP Perbasi Nirmala Dewi berharap para pemain menjaga semangat setelah berjuang dari Austria. Ini karena jasa mereka masih dibutuhkan untuk merebut medali di SEA Games Vietnam akhir tahun ini. "Bertanding di Kualifikasi Olimpiade merupakan kesempatan langka. Jadikan ini motivasi dan pengalaman untuk hadapi pertandingan ke depan. Terutama di SEA Games nanti, timnas butuh pemain berpengalaman untuk bersaing merebut medali," terang Nirmala.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id