Wabah Korona Jadi Perhatian Khusus KOI

    Media Indonesia - 07 Februari 2020 15:39 WIB
    Wabah Korona Jadi Perhatian Khusus KOI
    Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)
    Jakarta: Pengurus cabang olahraga diminta tidak mengirimkan atlet ke negara-negara yang terkena wabah virus korona. Jika tetap harus mengirim atlet, pengurus cabang itu harus meminta rekomendasi khusus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

    "Kalau sekarang kita sudah melarang atlet untuk berangkat ke tempat yang berpotensi korona karena ini sudah ada arahan langsung dari pemerintah," ujar Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

    Di sisi lain, Okto mengaku terus intensif berkomunikasi dengan pihak penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo untuk mengetahui perkembangan kesiapan tuan rumah, khususnya dalam penanganan wabah korona.

    "Sejauh ini masih intensif, saya salut dengan Jepang yang ekstra hati-hati untuk mensterilkan daerahnya," ujarnya.

    Pihak Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 juga meyakinkan Okto bahwa virus ini hanya terjadi pada musim dingin. Ia yakin ketika musim panas nanti, saat digelarnya Olimpiade 2020 Tokyo, virus tersebut bakal hilang.

    "Kita berharap penyakit ini bisa berlalu dan semua yang terkena bisa diberi kesembuhan. Maka, kita harus hati-hati terlebih dahulu karena keselamatan ialah hal terpenting," ucapnya.

    Saburo Kawabuchi, Wali Kota Athlete Village Olimpiade 2020, mengaku khawatir karena di tempatnya bakal ada 11.000 atlet yang akan tinggal dalam satu kawasan.

    "Saya benar-benar berharap bahwa penyakit menular akan mereda entah bagaimana sehingga kita akan dapat mengoperasikan Paralimpiade dan Olimpiade dengan lancar," tutur Kawabuchi.

    Panitia Olimpiade 2020 berulang kali mengatakan tidak memiliki rencana untuk membatalkan Olimpiade. Wakil Direktur Penyelenggara Olimpiade 2020 Toshiaki Endo menyatakan International Olympic Committee (IOC) puas dengan persiapan yang dilakukan Jepang, termasuk dalam penanganan menyebarnya virus korona.

    Pelatnas cabang prioritas

    Pemerintah sedang mengkaji untuk menggelar pemusatan latihan (pelatnas) khusus untuk cabang olahraga prioritas Olimpiade. Cabang yang akan mendapatkan perlakuan khusus ialah yang rutin mengirimkan atlet ke Olimpiade.

    "Tahap awal ada lima cabang yang direkomendasikan. Sekarang masih dalam tahap diskusi. Bulu tangkis termasuk yang direkomendasikan," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali saat memantau pelatnas bulu tangkis di Cipayung, Jakarta, kemarin.

    Namun, Zainudin belum memutuskan cabang apa saja yang jadi prioritas. "Saya belum bisa pastikan karena arahan Presiden seperti ini. Saya akan berdiskusi lebih lanjut."

    Ia menambahkan, arena khusus cabang prioritas itu nantinya bakal berbeda dengan sekolah khusus olahraga (SKO). Menpora mengatakan pelatnas PBSI di Cipayung bisa menjadi contoh untuk pembangunan training camp khusus cabang olahraga prioritas.

    "Kalau SKO kan dari berbagai cabang di satu tempat, tapi ini khusus cabang tertentu, tapi untuk cabang Olimpiade," ujarnya.

    Video: Menpora Tinjau Fasilitas dan Kesiapan Pelatnas PBSI
     



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id