PON Papua 2020

    KONI Papua Harap Sengketa PON 2020 Diminimalisir

    Roylinus Ratumakin - 21 Februari 2020 12:37 WIB
    KONI Papua Harap Sengketa PON 2020 Diminimalisir
    Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua Kenius Kogoya. (Foto: medcom.id/Roylinus Ratumakin)
    Jayapura: Guna meminimalisir sengketa pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) calon Hakim Arbitrase PON XX yang dihadiri Ketua Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI), Prof. Edie Toet Hendratno dan Ketua Pusat Pelatih Provinsi (Puslatprov) KONI Papua, Irham Waroiwan.

    Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua Kenius Kogoya, meminta semua pihak termasuk BAORI untuk mendukung penyelenggaraan PON di bumi Cenderawasih sehingga dapat menjadi tuan rumah yang sukses, baik dari sisi pengelenggaraan, prestasi, administrasi dan sukses ekonomi bagi rakyat Papua.

    "Perjuangan Papua menjadi tuan rumah sangat panjang dan melelahkan. Untuk itu, apapun alasannya penunjukan Papua sebagai tuan rumah harus siap. Papua siap sebagai tuan rumah yang baik, juga sukses pretasi dan sukses administrasi," kata Kenius pada Jumat, 21 Februari 2020.

    Kenius mengingatkan, bahwa PON 2020 bukan hanya ajang prestasi olahraga semata-mata namun tujuan utama dan semangat even empat tahunan tersebut yang ingin digelorakan lewat PON Papua adalah persaudaraan, persatuan, dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

    "PON bukan hanya prestasi semata. Tapi yang paling penting adalah PON memupuk persaudaraan dan kesatuan anak bangsa. Kami meminta semua elemen terkasuk BAORI mendukung kami di Papua untuk sukseskan PON," ujarnya.

    Jelang PON XX, kata Kenius, KONI Papua memberikan perhatian khusus terkait masalah-masalah sengketa keolahragaan. Karena pengalaman saat PON XIX di Jawa Barat, kontingan Papua diharapkan dengan sejumlah sengekat yang terpaksa diselesaikan melalui pengadilan Arbitrase di BAORI.

    "Bimtek hari ini sangat penting bagi kami untuk menjadi dasar atau acuan untuk mencegah sejak dini timbulnya sengketa di PON XX nanti," katanya.

    Kenius berharap, BAORI dan hakim Arbitrase bisa bekerja dengan baik dan harus jeli selama pelaksanaan PON XX nanti. Pasalnya, semua kontingan yang berlaga di PON mempunyai keinginan sama yaitu meraih prestasi terbaik dengan strategi dan trik yang bisa saja menimbulkan sengketa.

    "Saya berharap sengketa di PON nanti dapat diminimalisir," harap Kenius.

    Ketua BAORI Pusat, Prof. Edie Toet Hendratno menegaskan, PON XX memiliki nilai strategis bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu, pihaknya mendukung penyelenggaraan ajang empat tahunan tersebut di tanah Papua.

    "Tugas dan tanggungjawab BAORI tidak ringan. Mengingat, disamping rutinitas tugas harian, harus pula berupaya kerja keras menyelesaikan setiap persoalan yang ada kaitannya dengan olahraga dan KONI," kata Edie. 

    Video: Jelang PON 2020, Klub Basket Selebriti Jajal Mimika Sport Complex



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id