Belum Ada Wacana Pembatalan Olimpiade Tokyo 2021

    Alfa Mandalika - 20 Januari 2021 20:22 WIB
    Belum Ada Wacana Pembatalan Olimpiade Tokyo 2021
    Suasana kota Tokyo jelang Olimpiade. (Foto: AFP/Phillip Fong)


    Tokyo: Olimpiade Tokyo 2021 tinggal menghitung bulan. Meski dihantui dengan kasus korona yang belum membaik, pihak penyelenggara tetap optimistis pesta olahraga terakbar itu tetap berjalan sesuai rencana.

    CEO Olimpiade Tokyo Toshiro Muto mengungkapkan, tidak ada pembahasan soal pembatalan Olimpiade. Namun, dia juga tak menampik jika ada wacana penyelenggaraan Olimpiade tanpa kehadiran penonton.


    "Kami tidak membahas pembatalan (Olimpiade)," kata Muto dalam sebuah wawancara hitung mundur enam bulan Olimpiade.

    "Mengadakan pertandingan adalah kebijakan kami, dan pada saat ini kami tidak membahas hal lain selain itu," sambungnya.

    Sejatinya, Olimpiade Tokyo dihelat tahun lalu. Namun, melihat situasi pandemi korona yang belum usai, akhirnya Olimpiade diputuskan mundur ke 2021.

    Ihwal keputusan menggelar Olimpiade tanpa penonton, Muto mengatakan belum bisa memberikan jawaban.

    "Saya tidak tahu seberapa mungkin hal itu (tanpa penonton). Tapi, pada dasarnya, tidak ada fan yang menginginkan hal itu," ujar Muto sekaligus menambahkan keputusan tersebut akan diumumkan beberapa bulan mendatang.

    "Apa kesimpulan yang dicapai pada musim semi adalah sesuatu yang akan kita temukan nanti. Saya tidak bisa membuat prediksi apa pun," tegasnya.

    Sementara itu, Jepang dilaporkan mengalami lonjakan kasus virus korona. Tak ayal, hal itu membuat sebagian masyarakat khawatir.

    Bahkan, jajak pendapat kantor berita Kyodo menemukan 45 persen orang Jepang ingin Olimpiade ditunda lagi dan 35 persen menginginkan dibatalkan.

    "Situasi virus korona di Jepang dan di seluruh dunia sangat parah, jadi tentu saja orang-orang merasa cemas," kata Muto.

    Muto mengatakan, peluncuran vaksinasi yang disebut bisa memperlambat infeksi korona akan mengubah sentimen publik. Diketahui, Jepang akan melakukan vaksinasi sebelum Februari dengan fokus pertama pada petugas kesehatan dan kaum lanjut usia. Lalu, untuk masyarakat lain akan dilakukan dua bulan sebelum Olimpiade yang dimulai pada 23 Juli. (CGTN)

    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id