MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Usai Ukir Sejarah, Petinju Putri Iran Takut untuk Pulang

    Kautsar Halim - 17 April 2019 22:21 WIB
    Usai Ukir Sejarah, Petinju Putri Iran Takut untuk Pulang
    Sadaf Khadem (kiri) dan Mahyar Monshipour (kanan). (MEHDI FEDOUACH / AFP)
    Khadem Sadaf membuat sejarah dengan menjadi petinju putri Iran pertama yang bertarung dalam laga resmi internasional. Dia tampil tanpa mengenakan jilbab di Prancis sambil disaksikan sekitar 1.500 pasang mata.

    Paris: Keberanian Sadaf Khadem menjadi petinju putri pertama Iran yang melakoni laga internasional berbuntut panjang. Dia jadi takut pulang ke kampung halaman karena beredar kabar bakal ditangkap pemerintah Iran.
    Sadaf melakoni pertarung tinju kelas amatir kontra Anne Chavin di Prancis pada Sabtu 13 April lalu. Pertandingan yang dimenangkan oleh Sadaf itu diatur oleh mantan juara dunia tinju Iran, Mahyar Monshipour.
     

    Klik: Penjelasan Pelatih Soal Penurunan Performa Marcus/Kevin


    Sadaf dan Monshipour sedang menjadi buronan negaranya karena dianggap melanggar kode etik berpakaian di negaranya. Kendati demikian, BBC menyebutkan para pejabat Iran belum mengonfirmasi surat penangkapan keduanya.

    Sadaf bertarung sambil mengenakan busana bercorak bendera Iran, yakni kaus tanpa lengan berwarna hijau dan celana pendek berwana putih-merah. Jenis pakaian inilah yang membuat pemerintah Iran geram.

    "Pertarungan saya digelar secara legal di Prancis. Tapi, celana pendek dan kaus yang dikenakan benar-benar mengacaukan aturan negara saya," ujar Sadaf kepada surat kabar L'Equipe.

    "Saya juga tidak mengenakan jilbab. Saya dilatih oleh pria yang punya pandangan berbeda dalam cara berpakaian," tambah wanita berusia 24 tahun tersebut.
     

    Klik: Marc Marquez Terjatuh, Bos Suzuki Turut Senang


    Menurut Reuters, juru bicara kedutaan besar Iran di Paris tidak mau berkomentar tentang rencana penangkapan Sadaf dan Monshipour. Namun yang pasti, Sadaf memang melanggar hukum di negaranya.

    Sekadar informasi, wanita atau gadis Iran yang berusia lebih dari 9 tahun tidak boleh terlihat di ruang publik tanpa jilbab. Jika itu dilakukan, mereka terancam hukuman penjara 10 hari hingga 2 bulan, atau membayar denda.

     



    (KAU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id