Atlet Pelatnas Mengaku Lega Usai Divaksin

    Gregorius Gelino - 26 Februari 2021 18:16 WIB
    Atlet Pelatnas Mengaku Lega Usai Divaksin
    Atlet pelatnas mendapat vaksin (dok. Kemenpora)



    Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar vaksinasi untuk atlet, pelatih dan tenaga pendukung olahraga Indonesia di Istora Senayan, Komplek Olahraga GBK, Senayan, Jakarta, Jumat 26 Februari, pagi.

    Usai divaksin atlet, pelatih dan tenaga pendukung lainnya ucapkan terima kasih kepada Presiden, Wapres, Menpora Amali, serta Kemenkes karena merasa pemerintah telah memperhatikan keselamatan atlet dan pelaku olahraga.






    Sejak pagi hari para atlet, pelatih dan tenaga pendukung memadati area Istora, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Usai registrasi, tak lama kemudian tahap vaksinasi dilakukan di dalam Istora. 

    Sebagai tahapan yang harus dilakukan usai vaksinasi, yakni 30 menit pasca vaksinasi mereka akan dicek kesehatan kembali, memastikan efek samping yang mungkin akan ditimbulkan.

    Mayoritas mereka tidak mengalami efek samping apapun pasca vaksin. Merasa baik-baik saja dan bisa melakukan latihan dengan leluasa. 

    Nampak di antaranya usai vaksin atlet wushu putra Haris Horatius, tim menajer Wushu Indonesia Iwan Kwok, atlet timnas basket Prastawa, atlet sepakbola Andi Setyo Nugroho, Ketua Badan Tim Nasional Basket Syailendra Bakrie, atlet angkat besi Eko Yuli Irawan, atlet bulutangkis Markus Gideon, atlet atletik Lalu Zohri, atlet para shooting Hani Pujiastuti, dan pelatih NPC Rima Ferdianto.

    "Terima kasih kami ucapkan kepada Pak Menpora Amali, Bapak Presiden, Wapres dan Kemenkes atas perhatiannya memberikan vaksinasi ini. Alhamdulillah prosesnya lancar, panitia cepat dalam penanganannya,"

    "Yang membuat surprise adalah ternyata vaksinya tidak sakit sama sekali. Dan kita diminta untuk menungu 30 menit dan alhamdulillah tidak ada efek apa-apa," kesan Syailendra Bakrie.

    Vaksinasi tahap pertama ini diprioritaskan kepada mereka pelaku olahraga yang akan segera mengikuti even olahraga nasional maupun internasional. 

    "Vaksinasi ini sangat diharapkan dan dibutuhkan para pelaku olahraga, agar latihan bisa berjalan normal kembali. Semoga ke depannya kita bisa lebih percaya diri lagi, menghadapi visi, try out ke luar negeri dan bertanding dengan negara lain dan juga membawa nama harum bangsa Indonesia," tambah Markus Gideon. 

    Seperti NPC Indonesia yang akan segera melakukan beberapa try out ke luar negeri mulai bulan Maret ini, untuk mencari poin kualifikasi menjelang Paralimpic Tokyo 2021 ini. Dengan adanya vaksinasi ini dirinya bisa lebih tenang saat try out ke luar negeri. 

    "NPC Indonesia berusaha untuk pecah telur emas dari Para badminton, mohon doanya," ujar pelatih Rima Ferdianto.

    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id