Jadi Tersangka KPK, Imam Nahrawi Tutup Kolom Komentar Instagram - Medcom

    Jadi Tersangka KPK, Imam Nahrawi Tutup Kolom Komentar Instagram

    Kautsar Halim - 18 September 2019 21:05 WIB
    Jadi Tersangka KPK, Imam Nahrawi Tutup Kolom Komentar Instagram
    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) bersiap menjadi saksi dalam sidang suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
    Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi  menutup kolom komentar Instagram resminya. Tindakan itu dilakukan tidak lama setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu 18 September sore WIB.

    Tidak ada keterangan atau pengumuman khusus atas ditutupnya kolom komentar tersebut. Padahal, Imam dikenal sebagai figur yang aktif di media sosial, khususnya ketika menyuarakan isu olahraga maupun kepemudaan.

    Sebelum menjalani sidang KPK, setidaknya ada dua informasi yang disampaikan Imam lewat Instagram, yakni soal pilot paralayang Indonesia yang meraih emas Kejuaraan Dunia dan prestasi tim Sambo  di Kejuaraan Asia.

    Khusus unggahan soal tim Sambo, Imam terlihat ceria berfoto bersama dengan para atlet serta medali yang didapat. Aura kebahagiaan tersirat dari foto-foto tersebut karena tim Sambo Indonesia menyabet 3 emas, 1 perak dan 3 perunggu.

    Imam juga diketahui memiliki akun Twitter, tapi tidak terlalu aktif memberikan informasi terkini. Menariknya, di akun Facebook Imam, kolom komentarnya masih terbuka.

    Berbagai reaksi pun ditunjukkan netizen menanggapi kabar penetapan Imam sebagai tersangka kasus suap dana hibah KONI. Hingga sekitar pukul 20.50 WIB terhitung ada 69 komentar. Berikut di antaranya:

    Jadi Tersangka KPK, Imam Nahrawi Tutup Kolom Komentar Instagram

    Sekadar informasi, KPK menetapkan Imam sebagai tersangka kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi. Imam diduga menerima uang haram Rp26,5 miliar melalui asisten pribadinya (aspri) Miftahul Ulum yang sudah lebih dulu menjalani persidangan.
     
    Pemberian uang itu sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. Imam menerima suap dan gratifikasi itu sebagai ketua Dewan Pengarah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan Menpora.




    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id