comscore

Kalah di Final French Open, Casper Ruud Mengaku Dimakan Hidup-hidup oleh Nadal

Kautsar Halim - 06 Juni 2022 18:00 WIB
Kalah di Final French Open, Casper Ruud Mengaku Dimakan Hidup-hidup oleh Nadal
Petenis Norwegia Casper Ruud. (Anne-Christine POUJOULAT / AFP)
Jakarta: Petenis Norwegia Casper Ruud kehabisan kata-kata untuk mengomentari kekalahannya dari Rafael Nadal pada final French Open 2022, Minggu 5 Juni. Dia hanya bisa mengakui keunggulan sang rival asal Spanyol yang berusia jauh lebih tua darinya.

Ruud yang menjalani final Grand Slam pertamanya sempat unggul 3-1 pada set kedua, tapi malah selalu kalah dalam 11 gim selanjutnya dan hanya mampu meraup 17 poin. 
Sedangkan Nadal memastikan gelar French Open ke-14 kalinya setelah menutup laga dengan skor 6-3, 6-3 dan 6-0. Kemenangan itu sekaligus menambah koleksi trofi turnamen mayor Nadal menjadi 22.

"Saya tak punya jawabannya, tapi saya mendapat break yang mudah di set kedua dan unggul 3-1. Saya tentunya ingin melanjutkan permainan dan mungkin mencoba memenangi set itu," kata Ruud seusai laga seperti dikutip Reuters.

"Tapi kemudian, dia membuat kemajuan dan menunjukkan bahwa dirinya harus tampil dengan sangat hebat. Sungguh berat bagi saya untuk memainkan bola," tambahnya.

"Ketika Anda bermain bertahan melawan Rafa di tanah liat, maka dia akan memakan Anda hidup-hidup," lanjut Ruud.

Meski gagal juara, Ruud yang baru berusia 23 tahun itu merupakan petenis Norwegia pertama yang tampil di final Grand Slam. Dia pernah berlatih di akademi Nadal di Mallorca, tapi tetap kesulitan memberi perlawanan ketika lawannya menaikkan level permainan.

"Berat bagi saya untuk benar-benar mengetahui ke mana saya harus memainkan bola karena dari dia memiliki forehand dan backhand yang sangat kuat," tutur Ruud.

"Dengan forehand, dia bermain sedikit spin dan terasa seperti Anda bermain dengan forehand kanan. Saya tidak tahu tepatnya bagaimana bermain di sana hingga akhirnya lebih banyak berlari di lapangan," tambahnya.

Bagi Ruud, yang berada di tribun pada 2013 saat masih remaja menyaksikan kemenangan Nadal, bermain melawan idolanya di lapangan Philippe Chatrier, yang menjadi kekuasaannya sejak 2005, akan menjadi pertandingan yang selalu dia kenang.

"Tadinya saya berpikir dapat lebih memberi perlawanan. Tapi pada akhirnya, saya hanya berharap dapat menceritakan pertandingan ini kepada cucu saya. Saya mungkin bakal menikmati momen ini dalam waktu lama," tutup Ruud. (ANT)


(KAH)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id