Warga Jepang tidak Senang Olimpiade Tokyo Bergulir Tahun Ini

    Kautsar Halim - 09 Januari 2021 15:28 WIB
    Warga Jepang tidak Senang Olimpiade Tokyo Bergulir Tahun Ini
    Seorang warga Jepang sedang melewati logo Olimpiade di Tokyo. (Charly TRIBALLEAU / AFP)
    Jakarta: Warga Jepang pesimistis Olimpiade Tokyo bisa terselenggara tanpa gangguan covid-19. Itu diketahui lewat jajak pendapat, meskipun pemerintahnya terus berbenah diri untuk menjadi tuan rumah yang baik.

    Seperti diketahui, penundaan Olimpiade yang diputuskan pada Maret 2020 oleh pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan dimulai lagi dalam waktu kurang dari 200 hari ke depan, yaitu pada 23 Juli hingga 8 Agustus.

    Tekad kuat Jepang untuk tetap menggelar Olimpiade tahun ini sempat ditegaskan oleh Perdana Menteri Yoshihide Suga pada Kamis 7 Januari lalu. Itu ditunjukkannya meskipun kasus covid-19 di seluruh belahan dunia kembali mengalami peningkatan. 

    Namun, warga Jepang tampaknya kurang sependapat dengan pemerintah jika melihat hasil jajak pendapat penyiar publik NHK pada Desember lalu. Sebab, sepertiga penduduk Jepang malah ingin Olimpiade dibatalkan karena khawatir bisa menjadi klaster baru penyebaran covid-19.

    Sementara 31 persen responden lain memilih Olimpiade ditunda lagi, sedangkan yang menginginkan pesta olahraga terbesar dunia itu tetap berjalan seusai jadwal hanya 27 persen.

    "Saya pikir itu sulit. Tidak mungkin mengadakan Olimpiade," kata Tatsuhiko Akamasu, warga Saitama yang sedang mengunjungi Tokyo, Jumat (8/1/2021).

    "Ini hanya dua setengah bulan sebelum obor estafet. Saya tidak berpikir kita bisa mengendalikan virus selama periode ini," tambah pria berusia 75 tahun itu.

    Sekadar informasi, estafet obor selama 121 hari yang biasanya menandai hitungan mundur Olimpiade akan dimulai di Fukushima pada 25 Maret. Kemudian setidaknya, bakal ada 15.000 atlet dari seluruh dunia yang akan datang ke Tokyo untuk mengikuti Olimpiade 2021. 

    "Saya pikir, lebih baik jangan menyelenggarakan Olimpiade. Saya lebih suka pemerintah untuk membatalkannya," kata warga Jepang lainnya, Hisashi Miyabe yang berusia 74 tahun.

    "Interaksi antar manusia akan menyebabkan penyebaran lebih lanjut dari virus corona, dan kemungkinan besar virus tersebut dapat bermutasi jika jumlah infeksi meningkat. Saya merasa itu agak menakutkan," tutur mahasiswa Jepang berusia 23 tahun, Yuki Furusho. (ANT)


    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id