Michael Phelps dan Cinta yang Membawanya Kembali

    Kautsar Halim - 14 Februari 2019 22:10 WIB
    Michael Phelps dan Cinta yang Membawanya Kembali
    Michael Phelps bersama dengan istri dan anaknya (Foto: Sports Illustrated)

    Dalam perjalanannya menuju kesuksesan, Michael Phelps harus melewati berbagai macam ujian. Mulai dari penyakit yang dideritanya sejak kecil, hingga dua kali berurusan dengan polisi karena kasus narkoba.


    Jakarta: Cinta sejati mampu menjadi tangga untuk kembali ke permukaan saat sedang terpuruk di jurang kehidupan paling dalam. Hal itu dialami oleh Michael Phelps sebagai pemilik medali emas Olimpiade terbanyak sepanjang sejarah.

    Phelps sudah mengalami nasib kurang beruntung sejak masih kecil atau sebelum menjadi atlet profesional. Orang tuanya bercerai saat ia berusia sembilan tahun. Selain itu, dia didiagnosa mengidap kelainan mental yang disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
    Menurut Wikipedia, ADHD merupakan gangguan mental yang membuat seorang anak kesulitan berkonsentrasi terhadap hal-hal yang tidak disukai. Namun beruntungnya, dia malah terobsesi dengan keinginan ibunya, Deborah Sue, yang secara tidak langsung malah memberi kebahagiaan dalam karier Phelps.
     

    Baca: Kisah Cinta Messi: Awalnya Cinta Monyet, lalu LDR, Kini Punya Anak Tiga


    "Alasan saya berada di air karena ibu menginginkan saya bisa berenang. Setelah itu, saya dan kakak langsung jatuh cinta dengan olahraga ini dan memutuskan untuk terus berenang," ujar Phelps.

    Menginjak umur 10 tahun, Phelps berhasil mencetak rekor di Amerika Serikat dengan menjadi perenang tecepat untuk anak-anak seusianya lewat gaya kupu-kupu 100m. Setelah itu, dia dilatih secara khusus oleh Bob Bowman yang menuntunnya ke berbagai kesuksesan di berbagai turnamen, tak terkecuali Olimpiade.

    Michael Phelps dan Cinta yang Membawanya Kembali

    Michael Phelps memamerkan medali yang diraihnya dari cabor renang. (Foto: Sports Illustrated)

    Tren positif itu seakan menandakan bahwa Phelps sudah menemukan masa depannya adalah sebagai seorang atlet renang dan masa kecilnya yang sulit sudah terlewati. Namun, problema kehidupan tidak selesai sampai di situ. Masa paling kelam Phelps malah muncul ketika dia menginjak remaja.

    Ternyata, ADHD yang diidapnya masih mengganggu sisi kehidupan yang lain. Demi menjaga ketenangan pikiran, dia lantas meminum alkohol dan mengisap ganja. Perilaku menyimpang itu membuat Phelps ditangkap polisi dua kali karena menyetir dalam keadaan mabuk, yakni pada 2004 dan 2014. 
     

    Baca Juga: Casillas dan Sara Carbonero, Menjalin Kasih dari Pinggir Lapangan hingga Berkeluarga


    Sanksi yang diterima pada 2004 tidak terlalu berat karena dia hanya menjalani masa percobaan selama 18 bulan sambil mengikuti program rehabilitasi dan membayar denda. Tapi, ketika terulang lagi pada 2014, kariernya mulai terancam dan dia sempat berniat bunuh diri.

    Itu terjadi karena Federasi Renang Amerika Serikat ikut menghukum dengan melarang dia mengikuti semua kompetisi resmi selama enam bulan. Selain itu, mereka juga tidak akan mengizinkan Phelps mewakili tim Negeri Paman Sam di ajang Kejuaraan Dunia Akuatik 2015.

    Michael Phelps dan Cinta yang Membawanya Kembali
    Michael Phelps merayakan kesuksesan meraih medali emas di Olimpiade 2016 bersama anak dan istrinya. (Foto: Google Images)

    Adalah Nicole Johnson yang mengeluarkan Phelps dari "jurang" paling dalam tersebut. Wanita yang juga Miss California itu masih mau berpacaran meski hubungan cintanya putus-nyambung sejak 2007 yang kabarnya karena ulah Phelps itu sendiri.

    Besarnya pengaruh cinta Nicole, membuat Phelps mengambil keputusan untuk bertunangan pada Februari 2015. Setelah keduanya dikaruniai seorang putra bernama Boomer Robert Phelps pada Mei 2016 dan menikah sebulan setelahnya, Phelps sepakat kembali ke kolam renang untuk membela negaranya. 
     

    Baca juga: Mauro Icardi dan Wanda Nara Bukti Cinta itu Buta


    Phelps membatalkan pensiun yang diumumkannya pada 2012 dan mengikuti Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Di sana, dia memborong lima emas dan satu perak yang menjadikannya sebagai atlet paling sukses dalam empat kali penyelenggaraan Olimpiade berturut-turut.

    Sebelumnya, Phelps meraih 6 emas di Olimpiade Athena 2004, lalu dilanjutkan dengan 8 emas di Olimpiade 2008 Beijing dan 4 emas di Olimpiade 2012. Prestasi itu belum termasuk dengan 27 emas di Kejuaraan Dunia dan 16 emas di Pan Pacific Championship.

    Usai Olimpiade 2016, Phelps memutuskan kembali pensiun dan menjalani hari-harinya dengan lebih baik bersama Nicole. Dia dikaruniai putra kedua bernama Beckett Richard Phelps (Februari 2018) dan menjadi asisten Bowman untuk melatih tim Arizona State Sun Devils. Selain itu, dia juga sibuk mengurus Michael Phelps Foundation. (Wikipedia)

    Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

    Video: ?Berlinton Mundur dari PSSI dan PT LIB





    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id