Kemenpora: Target SEA Games 2019? Realistis Saja! - Medcom

    Kemenpora: Target SEA Games 2019? Realistis Saja!

    Media Indonesia.com - 25 September 2019 11:59 WIB
    Kemenpora: Target SEA Games 2019? Realistis Saja!
    Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
    Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak berani mematok target muluk untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2019. Target kembali masuk ke posisi empat besar klasemen medali dirasa sulit digapai.

    Indonesia diketahui terlempar dari empat besar negara pengoleksi medali terbanyak dalam dua edisi terakhir. Pada SEA Games 2015 di Singapura (47 emas) dan 2017 di Malaysia (38 emas), kontingen Merah Putih hanya duduk di posisi lima tabel klasemen medali.

    Kini, jelang turun di SEA Games 2019 di Filipina pada 30 November - 11 Desember mendatang, kontingen Indonesia diprediksi bakal sulit meraih hasil lebih baik. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewa S Broto.

    Ada sejumlah hal yang jadi landasan Gatot memilih realistis terkait target Indonesia di SEA Games 2019. Salah satunya terkait persiapan.

    Menurutnya, golden month (bulan emas) persiapan sebelum SEA Games kali ini sudah berlalu. Gatot menuturkan, seharusnya setelah Asian Games 2018, pemerintah bisa memanfaatkan kesempatan untuk membuat perencanaan agar di SEA Games 2019 bisa lebih baik ketimbang event sebelumnya di Kuala Lumpur.

    "Tak lama setelah Asian Para Games (APG) 2018, secara psikologis kami sedang bagus karena semua negara Asia Tenggara kita libas semua. Tapi, sayang setelah itu kami ada Operasi Tangkap Tangan (OTT), kami akui di bulan Januari dan seterusnya secara psikologis kami terpukul,” ujar Gatot, Senin (23/9).

    Hal ini pun menjadi cikal-bakal telatnya anggaran dari Kemenpora turun pada cabor yang menyebabkan mangkraknya pelatnas.

    "MoU juga tidak lancar. Poin yang kami sampaikan adalah jujur target di Manila itu berat, jadi untuk naik ke peringkat empat saja beratnya minta ampun," tutur Gatot.

    "Kondisi itu suka tak suka. Makanya bisa peringkat lima saja sudah bagus, keempat sudah bagus lagi. Jangan bayangkan kita jadi juara umum. Siapa sih yang tak mau juara umum? Tapi kita harus realistis,” tambahnya.

    Kebijakan menentukan Chief de Mission yang terlalu berlarut-larut juga menjadi salah satu alasan Gatot pesimistis Indonesia bisa berbicara banyak di Manila.

    Maklum, penunjukkan CdM Harry Warganegara, pada awal September memang terlalu telat karena SEA Games hanya menyisakan waktu dua bulan lagi.

    "Mungkin kami dan pihak KONI salah, sehingga kebijakan menentukan CdM lagi-lagi harus last minute," ungkap Gatot.

    Terakhir, Indonesia juga dipastikan tidak akan menurunkan seluruh atlet-atlet terbaiknya di SEA Games 2019. Lantaran ingin fokus meraih prestasi di ajang Olimpiade 2020 Tokyo, Indonesia memilih menurunkan mayoritas (60%) atlet muda di multievent dua tahunan tersebut.

    Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

    Video: ?2 Atlet Andalan Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik 2019




    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id