Indonesia Triathlon Series Dorong Industri Pariwisata Olahraga Tanah Air

    Rendy Renuki H - 07 Februari 2020 23:36 WIB
    Indonesia Triathlon Series Dorong Industri Pariwisata Olahraga Tanah Air
    Acara Community & Media Gathering Palembang Triathlon 2020 (Ist)
    Jakarta: Palembang akan membuka rangkaian Indonesia Triathlon Series 2020 pada 22-23 Februari. Ajang itu diharapkan bisa mendorong industri pariwisata olahraga di Tanah Air.

    Di tengah potensi sport tourism Indonesia yang banyak belum tergarap, triathlon justru bisa meningkatkannya dengan cepat.

    "Triathlon itu olahraga dengan fastest growing expenditure. Pegiat triathlon itu bisa menghabiskan USD 1.000-1.500 untuk satu musim, dan di Indonesia ini bisa dilakukan all year long. Bukan hanya saat musim panas, seperti di luar negeri," kata Sandiaga Uno, politisi yang juga pegiat triathlon dalam acara Community & Media Gathering Palembang Triathlon 2020 di FX Sudirman, Jakarta, Kamis 6 Februari.

    "Semoga Indonesia Triathlon Series bisa menjadi cikal bakal industri, bukan hanya untuk meningkatkan prestasi atlet-atlet kita, tetapi juga meningkatkan ekonomi pembangunan Indonesia secara keseluruhan," sambungnya.

    Sementara, Chief Commercial & Communication Officer Indonesia Triathlon Series (ITS), Kiki Taher mengatakan, dalam satu kali event triathlon dampak ekonomi sport tourism yang dihasilkan bisa mencapai Rp450 miliar. Hanya saja, untuk memaksimalkan potensi ekonomi butuh kerja sama dari semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sponsor sampai publik yang terdampak dari event tersebut.

    "Sport tourism ini punya experential impact. Sebuah data menyebut, 90 persen peserta sport tourism ini akan pulang dengan menceritakan dengan word of mouth apa yang dia rasakan. Jadi harus ada experential impact yang baik untuk bisa menjadi potensi ekonomi," ujarnya.

    Kiki Taher menyebut Australia dan Selandia Baru sebagai negara yang bisa memanfaatkan potensi sport tourism sampai 55 persen. "Sementara Indonesia masih di bawah 10 persen," terangnya.

    Ketua Pelaksana Palembang Triathlon 2020 Ahmad Wazir Noviadi juga menjelaskan, Palembang Triathlon 2020 yang digelar di Jakabaring Sport City pada 22-23 Februari mendatang adalah kali kedua. Bedanya, tahun ini Palembang Triathlon masuk dalam rangkaian ITS, sehingga lebih menantang karena menggunakan sistem poin (point system). 

    "Jadi baik atlet maupun peserta dari komunitas nanti bisa melihat berapa poin mereka masing-masing untuk renang, sepeda dan lari, termasuk personal best juga akan tercatat. Sehabis race, mereka juga bisa melihat peringkat berapa dari seluruh peserta," papar Noviadi.

    Noviadi menjelaskan sistem poin ini juga akan digunakan untuk lima triathlon ITS lainnya yang digelar tahun ini, yakni Jakarta City Triathlon (Juni), Bandung City Triathlon (Agustus), Belitung Triathlon (September), Mandalika Triathlon (Oktober) dan Pariaman Triathlon (November).

    "Jadi kalau poin di Palembang Triathlon dirasa kurang memuaskan, jangan khawatir masih ada 5 race ITS lainnya untuk memperbaiki," kata Noviadi yang juga akan bertanding pada Palembang Triathlon 2020.

    Untuk diketahui, Palembang Triathlon 2020 akan dihelat 22 Februari untuk kategori Youth, Elite dan Military, dan 23 Februari untuk kategori Age Group. Para peserta akan berenang di Danau Jakabaring, bersepeda melintasi Jembatan Ampera (khusus hari kedua) dan berlari mengitari Jakabaring. Kejuaraan ini juga akan diramaikan oleh sejumlah atlet nasional, seperti Jauhari Johan, triathlete asal Palembang peraih medali emas di SEA Games 2019.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id