Pemilik Medali Emas Terbanyak PON Papua Bertanding dengan Tangan Tertanam Pen

    Kautsar Halim - 16 Oktober 2021 11:54 WIB
    Pemilik Medali Emas Terbanyak PON Papua Bertanding dengan Tangan Tertanam Pen
    Adinda Larasati Dewi Kirana. (ANTARA FOTO/Fauzan/wsj)



    Jayapura: Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua resmi berakhir dengan ditandai upacara penutupan di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat 15 Oktober malam. Dari sekitar enam ribuan atlet yang bersaing, Adinda Larasati Dewi Kirana menjadi pemilik medali emas terbanyak.

    Perenang putri asal Jawa Timur (Jatim) itu sukses membawa pulang delapan medali emas dan satu perak. Torehan tersebut makin luar biasa karena dicapai Adinda dengan kondisi tangan yang masih tertanam pen.

     



    Seperti dilansir Antara, Adinda menjelaskan tangannya terpaksa ditanam pen setelah mengalami kecelakaan pada Juli 2020 lalu. Peristiwa tersebut sempat mengganggu persiapannya menuju PON Papua karena harus naik meja operasi.

    Dia pun harus rehat dan menjauh dari kolam renang selama empat bulan lamanya. Bahkan, kata Adinda, dokter menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat selama satu tahun.

    Namun di sisi lain, Adinda punya target memberikan yang terbaik untuk Jatim dan ternyata tekad kuat bisa menaklukkan segalanya. Adinda lantas mulai kembali menjalani persiapan pada November 2020 dengan pen masih tertanam di tangan.

    "Saya ada target di PON, tidak mau rehat dan harus berusaha," kata Adinda.

    Adinda mengaku kerap merasakan ngilu. Terlebih saat menyentuh dinginnya air dan itu tentu membuatnya tidak nyaman. Bahkan saat berlomba di Arena Akuatik Kampung Harapan, nyeri pada tangannya masih terasa.

    Tapi, perenang 21 tahun itu tampil superior dan seolah menjadi ratu di arena berstandar internasional tersebut. Dia finis terdepan seperti pada nomor 200 meter gaya bebas putri. Dia mengalahkan Angel Gabriella Yus asal DKI Jakarta dan Ressa Kania Dewi dari Jatim.

    Selain itu, pada nomor 800 meter gaya bebas putri, Adinda digdaya dengan mengalahkan Raina Saumi G asal Jawa Barat dan Ressa yang berada di posisi ketiga.
    Pada nomor tersebut, Adinda mencatatkan waktu 8 menit 59,78 detik yang memecahkan rekor PON.

    Rekor PON juga dia ciptakan pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan waktu 1 menit 01,65 detik. Torehan itu lebih baik dari rekor sebelumnya yang dimilik Angel Gabreilla Yus dengan 1 menit 01,66 detik di PON 2016 di Jawa Barat.

    Pada gaya kupu-kupu, atlet yang lahir pada 4 Maret 2000 itu juga meraih medali emas pada jarak nomor 50 meter. Sisanya, dia sabet lewat nomor 4x100 meter gaya bebas estafet putri, 4x100 meter gaya ganti estafet putri, 4x200 gaya bebas estafet putri, dan 10 km putri.

    Semua pencapaian tersebut sudah lebih baik dari PON 2016 di Jawa Barat yang kala itu Adinda meraih empat emas, satu perak, dan satu perunggu.

    "Sudah puas, semula target lima emas dan di PON Papua bisa lebih dari itu. Selain itu, dari catatan waktu juga lebih baik," tutup Adinda. (ANT)

    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id