Jelang PON 2020

    Menpora Janji Menyelesaikan Sejumlah Polemik Jelang PON 2020

    Rendy Renuki H - 11 Februari 2020 14:19 WIB
    Menpora Janji Menyelesaikan Sejumlah Polemik Jelang PON 2020
    Menpora Zainudin Amali. (Foto: medcom.id/Rendy Renuki)
    Jakarta: Menpora Zainudin Amali berencana mengatasi polemik penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua. Polemik itu di antaranya pemangkasan 10 cabang olahraga (cabor) dan penolakan Papua jika ada tuan rumah pendamping.

    Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua yang diketuai Gubernur Lukas Enembe memutuskan hanya mempertandingkan 37 cabor. PB PON memangkas 10 dari total 47 cabang olahraga (cabor) PON yang digelar 20 Oktober-2 November.

    Pemangkasan 10 cabor oleh PB PON tersebut yang kemudian menjadi polemik. Pasalnya, sejumlah federasi dan pengurus pusat cabor telah menggelar Kualifikasi PON.

    Menengahi masalah itu, Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, bersurat kepada Presiden RI Joko Widodo, 16 Januari lalu. Ia meminta 10 cabor itu tetap dipertandingkan di luar Papua.

    Sehingga, muncul kebijakan baru Peraturan Pemerintah No.17 tahun 2007 pasal 12 ayat 3. Pasal itu menyoal penunjukan tuan rumah pendamping Papua di PON XX 2020.

    Perubahan itu pun diterima, dan Jawa Timur muncul sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah pendamping PON XX 2020. Namun, hal itu memunculkan polemik baru. Sebab, Papua menolak rencana 10 cabor dipertandingkan di luar Papua.

    "Kami akan ngobrol soal hal itu (penolakan 10 cabor dipertandingkan di luar Papua). Tentu sebagai Ketum PB PON, Gubernur Papua berhak menentukan kebijakan. Namun, kebijakan harus dikomunikasikan dengan KONI dan Kemenpora," kata Zainudin Amali, Selasa 11 Februari.

    "Mohon bersabar, kami akan bicarakan baik-baik, mudah-mudahan ada jalan keluar. Apalagi tanggal 13 Februari ada CdM Meeting di Jayapura seluruh KONI," sambungnya.

    Menpora pun mengakui telah menerima surat penolakan PB PON mempertandingkan 10 cabor di luar Papua. Namun, ia berpendapat jika penolakan tersebut bukan soal penolakan Jatim menjadi tuan rumah pendamping PON XX 2020.

    "Kalau saya baca surat itu bukan menolak Jatim, tetapi menolak 10 cabor dipertandingkan di luar Papua. Sekali lagi, ini bukan menolak Jatim-nya, tetapi beliau keberatan 10 cabor, jadi tetap 37 cabor," pungkasnya.

    Video: Lionel Messi akan Hengkang dari Camp Nou?



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id