Rusia Batal Tampil di Olimpiade dan Piala Dunia akibat Doping

    Gregorius Gelino - 10 Desember 2019 09:27 WIB
    Rusia Batal Tampil di Olimpiade dan Piala Dunia akibat Doping
    Komite Olimpiade Rusia (AFP/Alexander Nemenov)
    Jakarta: Rusia resmi mendapat larangan beraktivitas di dunia olahraga selama empat tahun. Dikutip dari Antara, hukuman ini diberikan oleh Badan Antidoping Dunia (WADA) lantaran Rusia memanupulasi data laboratorium.

    Dengan dijatuhkannya sanksi ini, Rusia tidak bisa mengikuti ajang Olimpiade 2020 di Jepang dan Piala Dunia 2022 di Qatar. Komite eksekutif WADA menilai Rusia merusak data laboratorium dengan memasukkan bukti palsu dan menghapus file terkait tes-tes doping positif.

    Meski batal tampil di Olimpiade dan Piala Dunia, Rusia tetap bisa mengikuti ajang Piala Eropa 2020. Keputusan itu diambil karena WADA menganggap UEFA bukan penyelenggara ajang besar dunia.

    Rusia memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS). Banding kemungkinan besar akan diambil karena pihak Rusia menganggap sanksi tersebut tidak adil dan dianggap sebagai kampanye Barat melawan Rusia.

    Rusia yang berusaha menonjolkan diri sebagai kekuatan olahraga global dihantam skandal doping sejak adanya laporan pada 2015 dari WADA yang mendapati bukti doping massal pada atletik Rusia. Kasus itu mulai muncul dari laporan sang 'whistleblower' Direktur Laboratium Anti-Doping Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, Grigory Rodchenkov.

    Video: Seorang Suporter AC Milan Jadi Korban Penusukan

     



    (GRG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id