Eks Pemain Milan Bunuh Diri karena Rasialisme

    Kautsar Halim - 06 Juni 2021 14:21 WIB
    Eks Pemain Milan Bunuh Diri karena Rasialisme
    Seid Visin. (Foto: football-italia.net)



    Jakarta: Mantan pemain akademi AC Milan, Seid Visin, dikabarkan bunuh diri karena serangan rasialisme di Italia. Dia ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya pada Jumat 4 Juni lalu.

    Seperti dilansir Il Corriere della Sera, Sabtu 5 Juni, Visin diterangkan lahir di Ethiopia pada September 2000 silam dan telah diadopsi oleh sebuah keluarga dari Nocera Inferiore. 

     



    Dia memutuskan pensiun sebagai pesepak bola dan berkesibukan sebagai pelayan sebelum akhirnya bunuh diri di usia 20 tahun pada beberapa hari lalu.
     
    Sebelum bunuh diri, Visin sempat meninggalkan catatan yang menjelaskan bahwa dirinya tidak kuat dengan serangan rasialisme. Berikut isi catatan tersebut:

    "Ke mana pun saya pergi dan berada, saya merasa terbebani dari pandangan orang yang skeptis, bias, jijik dan ketakutan," tulis Visin.

    "Saya bukan imigran. Saya diadopsi ketika masih dan ingat semua orang yang dulu mencintai saya. Ke mana pun saya pergi, semua orang bicara dengan sukacita, respek, dan penuh rasa ingin tahu. Kini, sepertinya semua telah terbalik.

    "Saya terpaksa meninggalkan pekerjaan karena terlalu banyak orang di sana, bahkan orang yang lebih tua menolak dilayani saya. Saya seperti dianggap tidak nyaman bekerja di sana dan dianggap harus bertanggung jawab atas banyaknya anak muda Italia (kulit putih) yang belum mendapat pekerjaan.

    "Lalu, sesuatu telah berubah dalam diri saya. Saya seperti malu menjadi orang kulit hitan dan takut dengan anggapan imigran. Seolah-olah, saya harus membuktikan bahwa sama seperti mereka, orang Italia yang berkulit putih.

    "Dulu, saya membuat lelucon buruk tentang orang kulit hitam untuk menunjukkan bahwa saya seperti mereka. Tapi, itu hanyalah rasa takut akan kebencian yang saya lihat di mata orang yang memandang para imigran.

    "Saya tidak ingin orang-orang kasihan kepada saya. Saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri bahwa kesulitan dan penderitaan adalah setetes air dari lautan penderitaan yang dialami oleh mereka yang lebih memilih mati ketimbang tetap berada dalam neraka kesengsaraan.

    "Orang-orang tersebut mempertaruhkan hidup dan beberapa di antaranya bahkan sudah kehilangan nyawa hanya untuk merasakan apa yang kita sebut secara sederhana sebagai kehidupan," tutup Visin. (football-italia.net)


    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id