Arema Merayu Mario Gomez untuk Bertahan

    Daviq Umar Al Faruq - 04 Agustus 2020 16:38 WIB
    Arema Merayu Mario Gomez untuk Bertahan
    Mario Gomez. (Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto)
    Malang: Pelatih Kepala Arema FC, Mario Gomez, memutuskan untuk tidak lagi bersama tim Singo Edan dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2020. Meski begitu, manajemen Arema FC masih terus melakukan komunikasi dengan agen pelatih asal Argentina tersebut.

    "Kami tidak bisa memaksa Mario Gomez untuk bertahan. Hanya saja saat ini kami terus melakukan komunikasi dengan agen Mario Gomez di Argentina,” kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

    Ruddy mengatakan, Mario Gomez sebelumnya telah berpamitan kepada manajemen Arema FC secara resmi. Bahkan, Gomez juga telah keluar dari Grup WhatsApp tim pelatih Arema FC pada Jumat 31 Juli 2020 lalu.

    "Dia (Mario Gomez) sudah berpamitan kepada saya. Dia mengucapkan terimakasih sudah diberikan kesempatan untuk menangani Arema FC," jelas Ruddy.

    Ruddy menegaskan, Arema FC sebenarnya masih memiliki harapan tinggi terkait keberadaan Mario Gomez di Arema FC. Hal itu tidak lepas dari target jangka panjang yang ingin diraih oleh Arema FC bersama Mario Gomez, termasuk di antaranya mengorbitkan pemain-pemain muda.

    Pasalnya, pada musim kompetisi Liga 1 2020 ini Arema FC mencatatkan sejarah merekrut banyak pemain muda, bahkan empat di antaranya adalah pemain binaan Akademi Arema sendiri. 

    Namun demikian Ruddy tidak bisa memaksa Mario Gomez untuk bertahan di Arema FC. Negosiasi ulang telah dilakukan sesuai dengan petunjuk dari PSSI melalui SK PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020 namun tidak ada kesepakatan.

    Mario Gomez hanya menjalani tiga pertandingan bersama Arema FC di kompetisi resmi Liga 1 2020. Hingga kemudian, kompetisi diputuskan berhenti akibat pandemi covid-19.

    Luncurkan logo ulang tahun

    Manajemen Arema FC meluncurkan logo ulang tahun Arema ke-33 yang jatuh pada 11 Agustus 2020 mendatang. Pada logo tersebut diselipkan slogan yang menganut Filosofi Jawa, yakni Sluman, Slumun, Slamet.

    General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan, filosofi Jawa tersebut merupakan lambang keselamatan yang akan dipegang teguh di ulang tahun Arema ke-33 ini. Sluman, Slumun, Slamet, sendiri memiliki arti mendapatkan keselamatan keberuntungan atas kehendak Tuhan.

    “Sluman Slumun Slamet, Semoga Arema FC tetap terjaga, terlindungi, eksis kapanpun, berlimpah keberuntungan. Sluman Slumun Slamet juga bagian dari ikhtiar kebersamaan, kebersatuan semua pihak juga Aremania,” katanya.

    Arema Merayu Mario Gomez untuk Bertahan

    Ruddy menjelaskan, situasi pandemi covid-19 saat ini memang membuat manajemen Arema FC menentukan keputusan untuk menghidupi klub agar terus eksis di tengah keterbatasan. Di sisi lain, ancaman covid-19 yang berdampak pada kesehatan juga belum mereda.

    “Kami optimistis momentum 33 tahun ini Aremania kompak bersatu, kompak bersama lewati kesulitan, meski tanpa penonton, kami yakin mereka akan bergerak bersatu dengan cara mereka mencintai kebanggaannya,” paparnya.

    Arema FC saat ini tengah fokus melakukan persiapan untuk menyambut lanjutan kompetisi Liga 1 2020. Agenda latihan perdana pun telah digelar pada 3 Agustus 2020 kemarin.

    Sementara itu, CEO Arema FC, Agoes Soerjanto bersyukur PSSI memutuskan kompetisi akan dilanjutkan pada 1 Oktober 2020. Meski demikian, beban klub masih sangat berat, dikarenakan kompetisi digelar tanpa penonton dan tetap patuh pada aturan protokol kesehatan.

    "Selain Klub harus bertarung menjalankan operasional klub, klub sebagai etentitas sport maka juga meski mendukung upaya melawan Covid-19 yang sampai saat ini terus meningkat angka kematiannya. Operasional Klub, Arema FC tetap berkewajiban memenuhi hak pemain, pelatih, official dan karyawan," katanya.

    Dua surat PSSI mengatur tegas aturan dispensasi penggajian, yakni  SK PSSI nomor SKEP/48/III/2020 tanggal 27 Maret 2020 tentang kebijakan pengajian klub saat kompetisi ditangguhkan karena pandemi covid-19, dimana setiap klub diperbolehkan membayar 25 persen dari nilai kontrak awal, Arema FC menjalaninya mulai Maret sampai September. 

    Berikutnya pada 27 Juni 2020 melalui SK PSSI nomor SKEP/53/VI/2020 tentang dimulainya kompetisi 1 Oktober 2020, dimana mengatur saat kompetisi dispensasi gaji sebesar 50 persen dari nilai kontrak, Singo Edanpun tetap berikhtiar dengan melakukan new kontrak menyesuaikannya.

    Di tengah kondisi tersebut, Manajemen Arema FC menyampaikan beribu terima kasih kepada semua pihak, utamanya kepada Aremania dan para sponsorship memberikan support yang luar biasa agar klub kebanggaan Arek-Arek Malang ini tetap terjaga kelangsungan hidupnya. 

    "Alhamdulillah, meski benar benar berat, manajemen berupaya dan berikhtiar untuk memenuhi segala kewajibannya. Dalam renungan perjalanan Arema FC selama 33 tahun, banyak hal yang telah dihadapi, tantangan rintangan, tahun ini sungguh dirasakan yang paling berat dari tahun tahun sebelumnya," tegasnya.

    (ASM)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id