Ketahuan Dugem, Barito Putera Kirim Yudha Febrian ke Pesantren

    Kautsar Halim - 05 Desember 2020 10:46 WIB
    Ketahuan Dugem, Barito Putera Kirim Yudha Febrian ke Pesantren
    Ilustrasi sepak bola (dok. Medcom.id)
    Jakarta: Manajemen Barito Putera masih menoleransi sikap Mochamad Yudha Febrian yang kedapatan berada di hiburan malam dan tidak disiplin menjalani TC Timnas U-19. Tapi, mereka akan mengirim pemain mudanya itu ke pesantren sebagai langkah pembenahan mental.

    "Sebagaimana selayaknya sebuah keluarga, kita sebagai orang tua berkewajiban untuk memberikan pembinaan bukan dalam bentuk hukuman," ujar CEO Barito Putera Hasnuryadi di laman resmi klub, Sabtu (5/12/2020).

    "Kami dari Barito memberi tindakan yang sifatnya membina dengan cara mengirimkan Yudha ke pesantren. Harapannya, tindakan yang kita ambil ini bisa membuat Yudha lebih baik lagi, memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi," tambahnya.

    Video dugem Yudha bersama penggawa Bhayangkara Solo FC Serdy Ephy Fano viral di media sosial beberapa hari lalu. Aktifitas tersebut ditanggapi negatif oleh para netizen pencinta sepak bola Tanah Air karena menjadi penyebab keduanya dicoret dari TC timnas U-19. 

    Keputusan mengirim Yudha ke pesantren juga berdasarkan berbagai pertimbangan. Salah satunya berkat klarifikasi Yudha yang didampingi ayahnya kepada manajemen Barito Putera pada Jumat 4 Desember. Kemudian, Barito juga tidak ingin menghakimi karena bisa mempengaruhi mental dan masa depan sang pemain.

    Rencananya, Barito akan mengirim Yudha ke sebuah pesantren di Jawa Barat. Di sana, pemain berusia 18 tahun itu akan mendapat bimbingan langsung dari pengasuh pondok pesantren dan tetap melatih fisik untuk menjaga kondisi.

    “Selain dibina oleh pengasuh pesantren, Yudha juga dapat latihan dari pelatih yang kami siapkan khusus mendampinginya di pesantren," tutup Hasnuryadi. 

    Sementara itu, beda nasib dengan Serdy. Dia malah sudah resmi dipecat oleh Bhayangkara Solo FC pada Jumat 4 Desember. Manajer Bhayangkara I Nyoman Yogi Hermawan menjelaskan, keputusan itu diambil karena Serdy gagal menjaga nama baik klub.

    "Bhayangkara Solo FC mewajibkan seluruh pemain untuk menjaga attitude dan kedisiplinan baik di dalam dan di luar lapangan," kata Yogi.

    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id