Aremania Gelar Aksi Damai Demi Akhiri Dualisme Klub

    Kautsar Halim - 16 November 2020 17:42 WIB
    Aremania Gelar Aksi Damai Demi Akhiri Dualisme Klub
    Suporter Arema yang biasa dikenal sebagai Aremania, menggelar aksi damai di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jawa Timur, Senin (16/11/2020), menuntut penyelesaian konflik dualisme tim Arema. (ANTARA/Vicki Febrianto)
    Malang: Para suporter Arema FC yang memiliki julukan Aremania menggelar aksi damai di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jawa Timur, Senin 16 November. Itu dilakukan karena mereka menuntut penyelesaian atas konflik dualisme di klub kesayangannya.  

    Koordinator aksi Aremania Andi Sinyo mengatakan bahwa konflik dualisme Arema yang terjadi selama sembilan tahun ini bisa mengancam hilangnya identitas asli klub Arema, yang merupakan kebanggaan para Aremania.

    "Konflik dualisme Arema telah merusak pikiran, hati, jiwa persaudaraan, dan mencoreng nama baik masyarakat Malang Raya, khususnya Aremania di pentas panggung sepak bola Indonesia," kata Andi di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (16/11/2020).

    Andi menjelaskan, para Aremania yang tergabung dalam Make Malang Great Again (MMGA) menuntut untuk diadakannya pertemuan muka dan diskusi antara Organ Yayasan Arema dengan perwakilan Aremania.

    Organ Yayasan Arema yang dimaksud adalah, semua organisasi yang masih aktif maupun tidak aktif yang tercantum dalam Surat Keputusan Menkumham tahun 2012 dengan akte notaris Nurul Rahadianti, SH nomor AHU-AH 01.06.317.

    Pada akte notaris tersebut, disebutkan bahwa Pembina atas nama Darjoto Setyawan, Pengawasan bambang Winarno, Ketua Muhammad Nur, dan Bendahara Rendra Kresna. Sementara Sekretaris Yayasan Arema Mudjiono Mudjito telah meninggal dunia.

    "Kami meminta Organ Yayasan Arema, turun dan menemui Aremania. Mediasi damai untuk kejelasan konflik dualisme Arema di Indonesia," kata Andi.

    Selain itu, lanjut Andi, Aremania juga meminta kepada instansi pemerintahan di Kota Malang, untuk memfasilitasi dan membantu memanggil Organ Yayasan Arema untuk melakukan mediasi damai dengan Aremania.

    Ratusan Aremania yang melakukan aksi di depan Gedung DPRD Kota Malang tersebut menyerukan Arema untuk bersatu dan menyudahi konflik dualisme yang tak kunjung usai hingga saat ini.

    Para Aremania terlihat mengenakan atribut lengkap berwarna biru kebanggaan tim Singo Edan. Beberapa dari mereka ada yang membawa spanduk bertuliskan "Save Yayasan Arema 1987". 

    Dalam kesempatan itu, Wali Kota Malang Sutiaji meminta Sekretaris Daerah Kota Malang untuk melacak yayasan klub yang dimaksud. Setelah itu, pemerintah Kota Malang disebutkannya siap memfasilitasi pertemuan bersama Aremania.

    "Mereka merindukan masa awal Arema, ini murni keinginan untuk bersatu. Nanti akan kita lacak, kita akan coba panggil," kata Sutiaji. (ANT)


    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id