'Hooligans' Inggris dan 'Ultras' Italia Disuguhkan Lagu BTS di Final Euro, Apa Jadinya?

    Adri Prima - 09 Juli 2021 21:14 WIB
    Hooligans Inggris dan Ultras Italia Disuguhkan Lagu BTS di Final Euro, Apa Jadinya?
    Hooligans, fans fanatik timnas Inggris (foto: reuters)



    Jakarta: Lagu BTS yang berjudul 'Butter' akan diputar saat final Euro 2020 yang mempertemukan Inggris vs Italia di Stadion Wembley, London, Senin 12 Juli 2021 dini hari WIB.

    Lagu Butter milik BTS tersebut terpilih lewat voting di akun Twitter UEFA Euro 2020. Boyband asal Korea Selatan tersebut menempati polling tertinggi dengan mengumpulkan 46,6 persen suara. 

     



    Sedangkan kandidat lainnya yaitu Louis Tomlinson dengan lagu Kill My Mind sebanyak 43,8 suara disusul lagu Bad Guy dari musisi asal Amerika Serikat Billy Eilish 6,5 persen suara dan Yeah milik Usher 3,1 persen suara. 

    Terlepas dari hasil voting tersebut, musik BTS dianggap tidak cocok untuk diputarkan di final antara Inggris melawan Italia. Boleh saja BTS populer di pasar musik Eropa, namun belum tentu musik mereka cocok dengan audiens di stadion yang mayoritas fans fanatik Inggris dan Italia. 

    Siapa yang tidak mengenal 'Hooligans', sebutan untuk suporter fanatik Inggris yang kerap terlibat perkelahian dimanapun timnas Inggris bertanding. Begitupun untuk timnas Italia, mereka memiliki 'Ultras' yang tidak pernah diam saat disinggung suporter lain.

    Lalu apa jadinya jika dua kelompok suporter tangguh tersebut disajikan musik boyband Korea? Yang pasti hal tersebut akan menghadirkan pemandangan yang unik saat final nanti. 

    Seperti yang kita tahu, fans sepakbola Inggris memang lekat dengan musik. Hanya saja, musik yang diputarkan di stadion biasanya juga karya para musisi besar Inggris, seperti lagu-lagu The Beatles atau karya-karya hits Oasis yang sering diputar saat Manchester City bertanding. 

    Begitupun dengan Liverpool dengan lagu You'll Never Walk Alone yang populer dibawakan oleh band pop asal Liverpool, Gerry and the Pacemakers, atau Glory Glory Man United yang kerap dinyanyikan fans Setan Merah merupakan ciptaan grup band Inggris Herman's Hermits pada 1970-an dan 1980-an. 

    Kesimpulannya, suporter sepakbola di Inggris sangat identik dengan lagu dan musik namun dengan ciri khas negara asli mereka yang pastinya jauh berbeda dengan kultur dan genre musik khas Korea Selatan. 

    Sama halnya dengan Ultras Italia yang memiliki nyanyian khas dengan lirik bahasa Italia. Jauh bertolak belakang dengan kultur musik pop Korea Selatan tentunya. 

    Pemilihan lagu Butter dari BTS sendiri juga menuai banyak kecaman dari netizen khususnya dikalangan pencinta sepakbola Eropa.

    "No offense but why do yall vote BTS song for euro final ,,, do they even watch the games ugh (Jangan tersinggung tapi mengapa kalian memilih lagu BTS untuk final euro,,, apakah kalian bahkan menonton pertandingannya)," komentar @fcking***.

    "BUTTER ISS A REALLY GOOD SONG BUT IT DOESN'T SUIT W EURO FINAL VIBE (Butter adalah lagu yang bagus tapi ini tidak cocok dengan vibe final Euro," kata @amirup**.

    "I love bts music but cmon man, euro final? we need that football vibe (Saya suka musik bts tapi ayolah, euro final? kita membutuhkan getaran sepakbola)," tulis @muhmmd***.

    "Bts song to be played in the euro final, i’d rather mute my tv (Lagu bts akan diputar di final euro, saya lebih baik mematikan volume tv saya)," timpal @kevinder**.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id