Mantan Kiper Inggris Belum Bisa Melupakan Luka dari Maradona

    Kautsar Halim - 26 November 2020 16:55 WIB
    Mantan Kiper Inggris Belum Bisa Melupakan Luka dari Maradona
    Mural gol tangan tuhan Diego Maradona. (JUAN MABROMATA / AFP)
    Jakarta: Mantan kiper timnas Inggris Peter Shilton memang mengakui Diego Maradona sebagai pemain terbaik dunia. Tapi, dia tetap saja menyebut Maradona tidak sportif atau curang karena mencetak gol berjuluk tangan tuhan pada 34 tahun silam.

    Maradona meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung di rumahnya yang berada di pinggiran Buenos Aires pada Rabu 25 November 2020. Itu terjadi ketika ulang tahunnya yang ke-60 kurang dari satu bulan lagi.

    Shilton tampil sebagai penjaga gawang Inggris ketika Maradona mencetak sepasang gol kemenangan untuk Argentina pada perempat final Piala Dunia 1986. Gol pertama Maradona tercipta kontroversi karena dilakukan sambil meloncat dan meninju bola.

    "Jelas-jelas pelanggaran, dia curang. Saat berlari melakukan selebrasi, dia bahkan sempat menoleh ke belakang dua kali, seolah menantikan peluit wasit. Dia tahu yang telah dilakukannya. Semua orang pun tahu, kecuali wasit dan dua hakim garis saat itu," kata Shilton seperti dilansir Daily Mail.

    Berselang beberapa menit kemudian, Maradona kembali menjebol gawang Inggris sambil berlari melakukan aksi individu dari hampir tengah lapangan dan melewati para pemain lawan. Menanggapi salah satu gol terbaik dalam sejarah sepak bola itu, Shilton tetap bersikeras bahwa Maradona bermain curang

    "Saya tak peduli apa kata orang karena gol itulah (tangan tuhan) yang memenangkan Argentina," ujar Shilton.

    "Dia memang mencetak gol kedua dengan brilian. Tapi sebetulnya, kami masih tersentak oleh apa yang terjadi beberapa menit sebelumnya. Itu menghantui saya selama bertahun-tahun dan saya tak mau bohong tentang hal itu," tambahnya.

    Shilton melanjutkan, Maradona juga tak pernah meminta maaf atas gol tangan tuhan tersebut dan membuat rekan-rekannya di timnas Inggris saat itu tetap kecewa kepada legenda sepak bola Argentina tersebut.

    "Sepertinya dia memiliki keagungan tetapi sayangnya tidak sportif. Kebanyakan pemain timnas Inggris yang bermain di Meksiko, pasti merasakan hal seperti saya," kata Shilton yang kini berusia 71 tahun.

    "Di lapangan, pemain melakukan hal-hal yang mungkin mereka tak boleh lakukan. Biasanya ttu terjadi karena panasnya momen tersebut. Meski begitu, saya harap hal itu tidak mencoreng warisan Maradona," tambahnya menutup.

    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id