Ini Alasan UEFA tidak Setuju Piala Dunia Bergulir Dua Tahun Sekali

    Kautsar Halim - 25 September 2021 14:39 WIB
    Ini Alasan UEFA tidak Setuju Piala Dunia Bergulir Dua Tahun Sekali
    Markas UEFA di Nyon, Swiss. (FABRICE COFFRINI / AFP)



    Jakarta: Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) kurang setuju dengan rencana FIFA menggelar Piala Dunia dua tahun sekali. Menurut mereka, itu bakal memberi dampak langsung dengan merusak jadwal sepak bola di level klub.

    Asosiasi Klub Eropa (ECA) mengatakan, pendekatan FIFA terhadap reformasi kalender pertandingan internasional adalah "pelanggaran langsung dan sepihak terhadap kewajiban hukum tertentu."

     



    ECA bergabung dengan UEFA dalam menentang rencana FIFA menjadikan Piala Dunia sebagai ajang dua tahunan.

    ECA yang mewakili 234 klub Eropa tidak menyatakan kewajiban apa yang dimaksud, tetapi organisasi ini telah membuat serangkaian perjanjian dengan UEFA dan FIFA mengenai kalender pertandingan internasional.

    "Klub sepak bola selalu menjadi suara fundamental dan dihormati dalam membentuk masa depan IMC (kalender pertandingan internasional). Itu adalah landasan sepak bola, menjadi pendorong kompetisi; pusat utama dan rumah pengembangan dan investasi pemain; dan tumpuan penggemar serta komunitas lokal mereka," kata ECA seperti dilansir Reuters, Jumat (25/9/2021).

    "Inilah sebabnya Nota Kesepahaman (MoU) yang mengatur hubungan antara ECA dan FIFA, menempatkan IMC pada intinya. MoU antara klub dan FIFA ini disepakati setelah adanya negosiasi terinci dan persetujuan bersama tentang IMC, serta sebagai proses yang mengatur IMC," tambah ECA.

    Sementara itu pada bulan ini, presiden UEFA Aleksander Ceferin juga sempat memperingatkan potensi boikot negara-negara Eropa terhadap Piala Dunia bila FIFA terus melanjutkan rencananya.

    FIFA dikabarkan sedang menggelar studi kelayakan untuk membuat Piala Dunia digelar setiap dua tahun untuk mengganti siklus empat tahun sekali yang berlaku saat ini.

    Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, mengonfirmasi bahwa dirinya 100 persen yakin mengenai manfaat dari peralihan tersebut.

    Selain UEFA, Konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL) juga mengkritik rencana FIFA tersebut. Tapi, tidak dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) karena mereka menyambut proses konsultasi ekstensif dipimpin oleh FIFA.

    Badan Sepak Bola Amerika Utara, Tengah dan Karabia (CONCACAF) mengatakan sedang menelaah proposal FIFA tersebut dengan pikiran terbuka, dan siap terlibat dalam proses konsultasi. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) juga telah mengambil sikap yang sama. (ANT)


    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id