Konflik Shin Tae-yong & Indra Sjafri Harusnya Bukan Konsumsi Publik

    Rendy Renuki H - 23 Juni 2020 10:22 WIB
    Konflik Shin Tae-yong & Indra Sjafri Harusnya Bukan Konsumsi Publik
    Logo PSSI (Dok. PSSI)
    Jakarta: Konflik antara Shin Tae-yong dan Indra Sjafri yang terjadi di internal PSSI menguap ke publik, usai keduanya mengungkapkan pernyataan.

    Shin Tae-yong membuat pernyataan ke media Korea soal kegelisahannya di PSSI. Pada kesempatan yang sama, manajer pelatih Timnas Indonesia itu pun mengungkapkan hal yang serupa yang ditujukan kepada Indra Sjafri.

    Tak tinggal diam, Indra pun membuat pernyataan di situs resmi PSSI. Direktur Teknik PSSI itu melakukan pembelaan sekaligus menyayangkan pernyataan Shin Tae-yong kepada media Korea.

    Namun, pengamat sepak bola, M Kusnaeni memiliki pandangan lain. Menurutnya, konflik itu tak seharusnya menjadi konsumsi publik. PSSI harusnya bisa menyelesaikan secara internal.

    "Ini seharusnya urusan yang selesai di internal dan cukup levelnya di direktur teknik, paling jauh Sekjen," kata Kusnaeni saat dihubungi awak media, Senin 22 Juni. 

    "Jadi, itu udah internal banget, tidak usah jadi konsumsi publik karena sangat teknis," sambung pria yang sempat terlibat di Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

    Tak hanya soal friksi Shin Tae-yong dan Indra Sjafri. Kusnaeni pun mengkritisi beberapa keputusan yang diambil PSSI, salah satunya pembentukan Satgas Timnas Indonesia yang diketuai Syarif Bastaman.

    Menurutnya keberadaan divisi tersebut terkesan mubazir. Pembentukan Badan Timnas dinilai lebih rasional, karena pembentukan Satgas biasanya bersifat untuk menangani masalah khusus.

    "Misalnya PSSI membentuk Satgas Persiapan Piala Dunia, Satgas Penanggulangan COVID-19, kalau seperti itu masih masuk akal. Permasalahan Timnas di federasi mana saja pasti selalu ada setiap hari, karena itu tidak perlu ada Satgas," ujarnya.

    "Harus direktorat yang existing, kalau tidak direktorat pakai badan.  Dulu ada Badan Tim Nasional, Badan Liga karena dianggap masalahnya penting dan hal yang rutin. Di bawah kesekjenan banyak direktorat. Itu yang difungsikan. Satgas itu cuma buat masalah khusus," tutup Kusnaeni.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id