Kaleidoskop 2020: Muenchen dan Sevilla Jawaranya Eropa!

    rizkiyanuardi - 22 Desember 2020 08:06 WIB
    Kaleidoskop 2020: Muenchen dan Sevilla Jawaranya Eropa!
    Para pemain Bayern Muenchen merayakan keberhasilan meraih gelar Liga Champions 2019--2020 (Foto: AFP/Manu Fernandez)
    Pandemi Covid-19 berimbas dengan keberlangsungan Liga Champions dan Liga Europa musim 2019-2020. Kompetisi Si Kuping Besar terhenti di babak 16 besar. Empat tim sudah lolos, sedangkan sisanya lagi nasibnya belum diketahui, termasuk nasib Bayern Muenchen yang akhirnya juara. Kompetisi sendiri dihentikan UEFA medio Maret 2020.

    Empat tim yang dipastikan lolos adalah, Atalanta (Italia), RB Leipzig (Jerman), Atletico Madrid (Spanyol), Paris Saint-Germain (Prancis). Sementara Juventus vs Lyon, Man City vs Real Madrid, Muenchen vs Chelsea, Barcelona vs Napoli, mesti harus menuntaskan leg kedua mereka pada 7 dan 8 Agustus, empat bulan sejak kompetisi dihentikan sementara dan harus tanpa penonton.

    Empat tim yang kemudian mulus lolos ke delapan besar adalah Lyon, City, Muenchen dan Barcelona. Di 8 besar, karena pandemi Covid-19 sudah menyebar hampir di seluruh negara di dunia, UEFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola Eropa mengharuskan babak 8 besar digelar di satu kota, single match alias tidak ada second leg. Jadi semua laga seperti final.

    Babak 8 besar semua digelar di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal. PSG lolos ke semifinal usai bekuk Atalanta 2-1, RB Leipzig vs Atletico Madrid berkesudahan 2-1. City gagal lolos usai kalah dari Lyon 1-3. Yang viral adalah Barcelona vs Muenchen. Kedua tim selain langganan juara, kerap superior. Diprediksi sulit, justru Barcelona dan Lionel Messi dilumat 2-8 oleh Muenchen.

    Skor tersebut menjadi rekor kekalahan terburuk Barcelona sepanjang sejarah berdirinya klub. Buntut dari kekalahan tersebut seperti luka yang terus membekas di kubu Blaugrana. Imbasnya, selain dipecatnya Quique Setien dari kursi kepelatihan Barcelona, hingga isu ingin hengkangnya Lionel Messi dari Barcelona mulai berembus kencang.

    Di semifinal, Lyon vs Muenchen dan PSG vs Leipzig juga digelar di Lisbon, Portugal, 18-19 Agustus. Banyak yang berharap Muenchen bertemu PSG di final. Di semifinal pertama, PSG membuktikan mereka layak ke final usai menekuk RB Leipzig, dengan skor 3-0. Sejarah buat PSG, karena menjadi final pertama mereka. Maklum, hasil terbaik adalah semifinal musim 1994--1995.

    Lawan PSG di final adalah Muenchen yang sukses menundukkan wakil Prancis, Lyon. Hebatnya, Die Roten - julukan Bayern Muenchen- tak pernah kehilangan tiga poin sejak turnamen, alias selalu menang. Lyon sukses ditekuk melalui gol-gol Serge Gnabry dan Lewandowski.

    Di final, perang strategi sudah disiapkan pelatih kedua tim. Pembuktian kedua pria Jerman, Thomas Tuchel (PSG) dan Hans Dieter Flick (Muenchen). Final digelar pada 24 Agustus dinihari WIB. Gol tunggal Kingsley Coman menjadi pembeda untuk Muenchen juara. Ironisnya, sang pencetak gol jebolan PSG. Di akhir laga, Neymar tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

    Raihan juara membuat Die Rotten, julukan Muenchen, masuk Top 3 untuk juara Liga Champions, yakni dengan 6 kali juara, sama dengan raihan Liverpool. Sementara pemegang gelar juara terbanyak masih Real Madrid (Spanyol) dengan 13 gelar, disusul AC Milan (Italia) dengan 7 gelar juara.

    Hegemoni Sevilla di Liga Europa/Piala UEFA

    Di kasta kedua kompetisi Eropa, yakni Liga Europa, pada musim 2019--2020 menghasilkan Sevilla dari Liga Spanyol sebagai jawaranya. Sevilla juara setelah sukses menaklukkan wakil Italia, Internazionale Milan dengan skor 3-2 di Rhein Energie Stadion, Cologne, Jerman, Sabtu (22/8) dini hari WIB.

    Tertinggal gol cepat Romelu Lukaku dari titik putih (5'), Sevilla tidak butuh waktu lama untuk menyamakan skors. Luuk de Jong membalas tujuh menit berselang dan gol keduanya (33'). Hanya saja, dua menit kemudian gol penyeimbang 2-2 untuk Inter dicetak Diego Godin. Final seru ini ditentukan gol salto Diego Carlos yang mengenai Lukaku, 15 menit jelang bubaran.

    Kemenangan Los Nervionenses, julukan Sevilla, besutan Julen Lopetegui, menggondol trofi keenam di turnamen ini mencatatkan diri sebagai tim yang paling banyak menjuarai Liga Europa/Piala UEFA. Trofi ini merupakan trofi pertama dalam riwayat kepelatihan Lopetegui.

    Video: Ronaldo Terima Penghargaan Golden Foot


    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id