• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

 F1 2018  

F1 2018

Pengurangan Poin untuk Menghentikan Kebiasaan Buruk Pembalap

M. Rizky Adhestian - 17 April 2018 14:38 wib
Max Verstappen. (Foto: AFP/ Greg Barker)
Max Verstappen. (Foto: AFP/ Greg Barker)

Shanghai: Direktur balap Federasi Automobil Internasional (FIA) Charlie Whitting yakin, pengurangan poin membuat efek jera untuk Max Verstappen. Ya, driver Red Bull itu terlibat insiden dengan Sebastian Vettel pada GP Tiongkok.

Insiden terjadi pada lap ke-43 saat Verstappen berusaha mengejar Vettel di urutan ketiga yang berada di depannya. Saat akan menyalip di tikungan, Verstappen menyeruduk ban belakang Vettel dan mobil keduanya terpelintir. 

Verstappen mengakhiri balapan di urutan kelima setelah dikenai penalti sepuluh detik atas insiden senggolan tersebut. Sementara itu, Vettel harus merosot ke posisi delapan setelah memulai balapan dari grid pertama.

Baca: Ketika Vettel Menegur Verstappen


Selain penalti sepuluh detik, FIA juga menjatuhkan hukuman pengurangan poin kepada Verstappen. Pembalap asal Belanda yang kini berada di urutan kedelapan tersebut mendapat pengurangan dua poin.

Whitting merasa tidak perlu adanya pemanggilan langsung terhadap Verstappen untuk insiden tersebut. Menurutnya, penalti yang diberikan FIA sudah cukup untuk membuatnya lebih berhati-hati.

Baca: Alonso Mengaku Beruntung Bisa Susul Vettel


"Saya rasa tidak perlu berbicara secara langsung dengan Verstappen. Saya rasa ia (mengakui) telah membuat kesalahan dan mendapat hukuman untuk itu (sudah cukup)," kata Whitting seperti dikutip Crash, Selasa 17 April 2018.

"Mungkin nantinya akan ada kritik, tetapi itulah gunanya penalti. Penalti ada untuk menghentikan kebiasaan buruk para pelanggarnya. Itu akan membuatnya sadar ia telah mendapat pengurangan lima poin sejauh ini dan ia akan lebih berhati-hati," sambungnya.

Sejauh ini, Verstappen sudah mendapatkan pengurangan poin sebanyak lima poin, termasuk akibat insiden dengan Lewis Hamilton di GP Bahrain. Jika seorang pembalap sudah 12 pengurangan poin, maka ia akan dikenai sanksi tidak dapat ikut satu balapan. (Crash)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Daniel Ricciardo Juara F1 GP Tiongkok


(ASM)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.