f1    olah raga  

F1 2018

Force India Bangga jadi Terbaik dari yang Terburuk

M. Rizky Adhestian - 13 Februari 2018 20:51 wib
 Vijay Mallya-AFP/ANDREJ ISAKOVIC
Vijay Mallya-AFP/ANDREJ ISAKOVIC

Silverstone: Tim F1 Force India telah menunjukkan usaha kerasnya untuk bicara banyak di kejuaraan Formula 1. Force India terus bersaing di papan tengah dalam dua musim terakhir. Sang pemilik, Vijay Mallya, mengaku bangga dengan tim yang dijuluki "yang terbaik dari yang terburuk".

Tim yang dibintangi Sergio Perez dan Estebanan Ocon itu telah mendaki dari hanya sebagai figuran hingga menjadi pemimpin papan tengah klasemen. Hal tersebut dibuktikan dengan berhasilnya Force India finis di urutan keempat kategori konstruktor pada dua musim terakhir. 

Tim asal Inggris ini berhasil membayang-bayangi trio papan atas F1 yaitu, Mercedes, Ferrari, dan Red Bull. Namun, Mallya khawatir jika masalah yang membuat timnya tidak bisa bersaing dengan tiga tim kaya raya tersebut adalah soal pembagian keuntungan dari olahraga tersebut.

Baca juga: Red Bull Bersiap Umumkan Mobil Anyar

Dari segi finansial, Force India diyakini sebagai tim yang tergolong memiliki neraca keuangan rendah, jika dibandingkan dengan tim-tim di atas maupun di bawahnya. Namun, Mallya tak kuasa menahan pujiannya atas hasil usaha timnya dengan modal yang terbilang rendah tersebut.

"Saat ini, ada suatu "lubang" besar (finansial) yang harus kami tutup untuk menghadapi tiga tim teratas. Namun saya tetap bangga karena kami menjadi 'yang terbaik dari yang terburuk'. Kami berkompetisi dengan pabrikan-pabrikan mobil besar dan kami harus realistis dengan hasil yang kami terima dari modal kami," katanya kepada First Post.

Baca juga: Anggaran F1 Keterlaluan, Liberty dan FIA Diminta Bertindak

"Jadi, saya puas dan bangga dengan hasil kerja kami, namun tetap haus akan hasil yang lebih baik lagi ke depannya. Tujuan untuk ke depannya adalah tetap menjaga posisi kami dan mencoba memulai mengecilkan jarak dengan tim-tim di depan kami," tambahnya.

Sejumlah skema telah diajukan untuk membuat kompetisi sehat antartim F1 dan menghilangkan kesenjangan di antaranya. Namun, Mallya menekankan hanya masalah pembagian hasil keuntungan pada setiap tim yang dapat membantu tim-tim kecil, seperti Force India sehingga tujuan tersebut dapat terwujud. (Crash)

Video: Antusiasme Suporter Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang
 


(RIZ)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.