Rahasia Kemenangan Tim Bulu Tangkis Putra di BATC

    Rendy Renuki H - 17 Februari 2020 10:00 WIB
    Rahasia Kemenangan Tim Bulu Tangkis Putra di BATC
    Tim bulu tangkis putra Indonesia juara BATC 2020 (Dok. PBSI)
    Jakarta: Manajer tim Indonesia di ajang Badminton Asia Team Championship (BATC) 2020, Susy Susanti membeberkan rahasia kemenangan tim putra di ajang tersebut. Menurutnya, keyakinan menjadi kunci tim putra menyegel gelar juara BATC secara tiga kali beruntun.

    Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil meraih gelar juara BATC 2020 usai mengalahkan Malaysia, Minggu 16 Februari. Jonatan Christie Cs merebut juara usai mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1, di Rizal Memorial Coloseum, Manila.

    Tiga poin kemenangan Indonesia atas Malaysia hari ini dipersembahkan Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Fajar Alfian. Sedangkan Jonatan Christie masih belum berhasil mengamankan partai ketiga.

    "Luar biasa, hari ini semua lebih siap dibanding kemarin di semifinal. Hari ini lebih yakin karena di SEA Games 2019 kan menang juga dari Malaysia. Saya lihat pelatih dan pemain keyakinannya lebih besar. Perjuangan mereka luar biasa, sudah menunjukkan yang terbaik," kata Susy melansir situs resmi PBSI.

    "Jonatan sudah berusaha, tapi di akhir dia kurang beruntung. Seharusnya kami bisa menang 3-0. Untuk Ahsan/Fajar kenapa dipasangkan, karena kami mempertimbangkan kondisi terakhir atlet dan head to head dengan lawan, makanya diputuskan Ahsan/Fajar yang paling siap," tutur Susy.

    Jika melihat catatan rekor pertemuan, Hendra Setiawam/Mohammad Ahsan yang merupakan ganda kedua Indonesia, pernah dikalahkan ganda kedua Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi di Thailand Open 2019 dengan skor 18-21, 21-16, 21-23.

    "Di ganda ini sebetulnya mau diubah-ubah juga kami yakin, karena kami punya benteng yang kuat di ganda. Untuk tim tunggal harus lebih mempersiapkan diri lagi, masih belum konsisten. Anthony (Sinisuka Ginting) tampil baik, tapi Jonatan dan Shesar (Hiren Rhustavito) masih belum stabil," ungkap Susy.

    Susy menuturkan hal-hal yang perlu ditingkatkan lagi adalah penerapan strategi, kecerdikan saat bermain, antisipasi perubahan pola main lawan serta keberanian dan keyakinan dalam menghadapi poin-poin kritis



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id