Moeldoko Tolak Tawaran Jadi Caketum PBSI

    Kautsar Halim - 23 Oktober 2020 18:47 WIB
    Moeldoko Tolak Tawaran Jadi Caketum PBSI
    Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. MI
    Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menolak pinangan para legenda bulu tangkis Indonesia untuk maju mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum PP PBSI periode 2020-2024. Itu terjadi karena dia sudah cukup disibukkan dengan tugasnya saat ini.

    “Saya tidak mencalonkan (Ketum PBSI). Banyak tugas yang semakin padat,” kata Moeldoko yang berstatus sebagai mantan Panglima TNI seperti dikutip Antara, Jumat (23/10/2020).

    Sebelumnya, belasan legenda bulu tangkis Indonesia  telah melakukan pertemuan dengan Moeldoko pada September lalu. Tujuannya untuk meminang Moeldoko untuk menjadi Ketua Umum baru PBSI menggantikan Wiranto yang masa kepemimpinan bakal berakhir pada Oktober ini.

    Pertemuan tersebut dihadiri oleh setidaknya 18 orang, yang beberapa di antaranya adalah Liem Swie King, Eddy Hartono, Lius Pongoh, Ivanna Lie, Liliyana Natsir, Christian Hadinata, dan Yuni Kartika. Sedangkan, Musyawarah Nasional (Munas) Ketua Umum PP PBSI periode 2020-2024 itu sendiri akan dilangsungkan pada 5-6 November mendatang.

    Legenda-legenda tersebut mengusulkan nama Moeldoko sebagai Ketum PBSI karena diyakini memiliki visi kuat yang mampu meningkatkan prestasi bulu tangkis Indonesia.

    Dengan mundurnya Moeldoko, maka bursa calon Ketua Umum PBSI periode 2020-2024 tinggal menyisakan beberapa nama, yakni Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna dan Ketua Pengprov PBSI Banten Ari Wibowo. (ANT)

    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id