Tontowi Ahmad Pensiun

    Pelatih Ungkap Alasan Memasangkan Tontowi Ahmad dengan Liliyana Natsir

    Gregorius Gelino - 18 Mei 2020 21:00 WIB
    Pelatih Ungkap Alasan Memasangkan Tontowi Ahmad dengan Liliyana Natsir
    Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir (AFP/Goh Chai Hin)
    Jakarta: Tontowi Ahmad resmi menyatakan mundur dari tim nasional bulutangkis Indonesia pada usia 32 tahun. Owi, sapaan Tontowi, telah menyampaikan surat pengunduran diri pada hari ini, Senin, 18 Mei 2020. 

    Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, bernostalgia ketika pertama kali memasangkan Tontowi dengan Liliyana Natsir pada 2010 lalu. Butet, sapaan Liliyana, yang ketika itu ditinggal partnernya, Nova Widianto, membutuhkan partner baru yang lebih muda.

    Richard kala itu memiliki tiga opsi untuk dipasangkan dengan Butet, yaknik Owi, Muhammad Rijal, dan Devin Lahardi. Namun, Richard dan Butet merasa lebih cocok dengan Owi.

    "Waktu itu Nova yang berpasangan sama Liliyana memutuskan pensiun dan saya harus cari pemain muda buat dipasangkan sama Butet. Pilihannya waktu itu ada Owi, Muhammad Rijal dan Devin Lahardi," ungkap Richard.

    "Saya coba ketiganya dipasangkan dengan Butet dan memang hasilnya bagus semua. Tapi feeling saya mengatakan Owi yang paling cocok sama Butet, dan Butet sendiri juga paling sreg sama Owi. Saya bersyukur juga PBSI waktu itu percaya dengan keputusan yang saya ambil," jelasnya.

    Richard mengakui publik kala itu kecewa dengan pilihannya karena merasa Owi tidak memiliki kemampuan memadai. Tapi, Richard bergeming dan pilihannya terbukti tepat.

    Richard kala itu juga menyadari bahwa Owi memiliki kekurangan. Tapi, ia menilai Owi merupakan pribadi yang mau belajar dan bertekad kuat, sehingga bisa meningkatkan kemampuannya.

    "Sempat banyak pertanyaan kenapa saya pilih Owi karena memang waktu itu dia tidak begitu meyakinkan, terutama footwork-nya yang kurang. Owi memang berkharisma, tapi lainnya masih nol waktu itu," beber Richard.

    "Kemudian Owi bisa menjadi pemain yang tekniknya di atas rata-rata, penempatan bolanya bagus. Tapi Owi memang paling bagus itu bola-bola atasnya. Owi juga pemain yang pintar, kalau smash itu dia bisa incar lawannya, dia smash di waktu yang tepat dan mengarah," urainya.

    "Kerja sama saya dan Owi jadi lebih mudah karena Owi itu penurut, dia mau menjalankan apa yang dianjurkan oleh pelatih. Saat tahu kekurangan di footwork, maka itu yang dilatih terus supaya menunjang bola-bola atasnya juga," pungkasnya.

    Pada akhirnya, keputusan memasangkan Owi dengan Butet terbukti tepat. Keduanya mempersembahkan satu medali emas Olimpiade 2016, dua kali Juara Dunia pada 2013 dan 2017, serta mempersembahkan satu medali emas SEA Games 2011.

    Video: Tontowi Ahmad Pensiun dari Bulu Tangkis

     



    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id