Bulu Tangkis

    Jaga Kebugaran Atlet, Pelatnas PBSI Digelar Ketat

    Gregorius Gelino - 09 April 2020 13:47 WIB
    Jaga Kebugaran Atlet, Pelatnas PBSI Digelar Ketat
    Sekretaris Jendral PBSI, Achmad Budiharto (Medcom.id/Gregorius Gelino)
    Jakarta: Terkait kondisi darurat pandemi virus korona (covid-19) yang masih belum reda, PP PBSI telah mengambil keputusan untuk tetap menempatkan atlet-atletnya di Pelatnas Cipayung dan tidak memulangkan atlet ke rumah masing-masing. Kegiatan latihan akan tetap berjalan dengan ketentuan khusus dan mengacu pada protokol kesehatan dari pemerintah. 

    Hal ini disampaikan PP PBSI dalam RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) dengan Komisi X DPR pada Rabu, 8 April. PP PBSI diwakili oleh Sekretaris Jenderal Achmad Budiharto dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Rapat ini juga dihadiri perwakilan cabor lain di antaranya sepak bola dan angkat besi.

    Keputusan ini diambil PBSI demi menjaga kesehatan dan keselamatan atlet selagi covid-19 masih melanda Tanah Air. Setelah dikaji, PBSI menilai bahwa atlet akan lebih aman jika tetap berada di lingkungan pelatnas yang telah menjadi area karantina tertutup. 

    PBSI menilai asupan makanan dan nutrisi atlet akan lebih terjamin. Program untuk menjaga kebugaran atlet pun akan lebih mudah dilakukan saat mereka berada di pelatnas. 

    Keputusan berjalannya pelatnas akan dibagi menjadi dua tahapan. Tahap pertama dimulai pada 13 April 2020 hingga akhir Mei 2020 dan tahap kedua dimulai pada 2 Juni 2020. 

    Pada tahap pertama, program latihan yang berjalan hanya 40 persen dari program biasanya, dan bertujuan untuk menjaga kebugaran. Pada tahap kedua, pelatnas akan berjalan normal dengan program intensif untuk peningkatan performa dan persiapan jika turnamen sudah mulai berjalan pada Agustus 2020. 

    "Pada dasarnya kesehatan dan keselamatan atlet adalah yang utama. Pelatnas merupakan area karantina tertutup, kami akan tetap menjalankan ketentuan kesehatan dari pemerintah seperti physical distancing, PBSI pun sudah membuat protokol yang ketat terkait hal ini," ujar Budiharto kepada Badmintonindonesia.org. 

    "Kami juga memperhatikan masukan tentang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), yang tidak membolehkan adanya kegiatan berkumpul lebih dari lima orang. PBSI akan meminta dispensasi lewat Kemenpora dan suratnya akan kami ajukan besok," tutup Budiharto.

    Video: Pertama Kalinya Turnamen Wimbledon Dibatalkan

     



    (GRG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id