Perlu Kerja Keras Matangkan Sektor Putri

    Media Indonesia - 18 Februari 2020 11:36 WIB
    Perlu Kerja Keras Matangkan Sektor Putri
    Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: MI/Ramdani)
    Jakarta: Tim bulu tangkis putri Indonesia, khususnya para pemain tunggal, langsung dievaluasi pascakekalahan di Kejuaraan Beregu Bulu Tangkis Asia 2020, pekan lalu. Evaluasi tersebut dimaksudkan sebagai pembenahan untuk Gregoria Mariska Tunjung dkk guna menghadapi Piala Uber 2020 yang akan berlangsung Mei besok.

    Seperti diketahui, tim putri Indonesia dipastikan tetap lolos ke Piala Uber meski gagal memenangi Kejuaraan Beregu Bulu Tangkis Asia 2020 yang digelar di Filipina.

    Menurut Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Ahmad Budiharto, tim putri Indonesia berhak mengikuti Piala Uber melalui jalur peringkat dunia. Indonesia masuk ke kategori tersebut bersama Taiwan dan India.

    Berdasarkan rangking dunia, Indonesia menempati posisi ketiga di bawah Tiongkok dan Jepang. Meski tidak tampil dalam kejuaraan beregu, Tiongkok dipastikan bisa ikut Piala Uber karena menggantikan Jepang yang sudah dipastikan lolos sebagai juara bertahan.

    "Kami masih harus kerja keras untuk mematangkan tunggal putri serta segera mungkin mencari pelapis ganda Greysia Polii/Apriani Rahayu," jelas Achmad kepada Media Indonesia, kemarin.

    Krisis pemain di nomor ganda, kata Achmad, jadi perhatian PBSI karena hanya Greysia/Apriyani Rahayu yang tampil konsisten sejak kualifikasi Olimpiade bergulir pada April tahun lalu. Sementara itu, ganda putri lainnya tercecer jauh di bawah pasangan peringkat delapan dunia itu.

    Belum konsisten

    Catatan juga diberikan kepada tim putra Indonesia meski berhasil menjadi juara di Filipina. Sama seperti di sektor putri, apa yang disoroti di sektor putra ialah para pemain di nomor tunggal. Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti, mengatakan para pemain tunggal harus meningkatkan kualitasnya untuk bisa berkontribusi di kejuaraan beregu.

    Apalagi ada cita-cita untuk bisa membawa pulang Piala Thomas ke Tanah Air. Terakhir kali Indonesia juara Piala Thomas ialah pada 2002. Adapun Piala Uber dimenangi Indonesia terakhir kali pada 1996.

    "Tunggal putra harus mempersiapkan diri lagi, masih belum konsisten," kata Susy.

    Untuk diketahui, hanya Anthony Sinisuka Ginting yang bisa secara konsisten meraih kemenangan di turnamen di Filipina, kemarin. Sementara itu, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito tercatat hanya meraih satu kemenangan di kejuaraan beregu dua tahunan tersebut.

    Namun, Susy tetap memuji penampilan keseluruhan tim putra Indonesia. Menurutnya, kemenangan di Filipina bisa menjadi bekal untuk Piala Thomas 2020.

    "Untuk Piala Thomas harus optimistis. Ini (hasil di Filipina) kesempatan baik untuk kami dan kami harus mempersiapkan diri lagi," ujar Susy.

    Sementara itu, Achmad mengatakan bahwa evaluasi jadi persiapan untuk mengatasi seluruh tekanan saat turun ke lapangan. "Ini jadi PR bagi kami semua, termasuk para pelatih, bagaimana mengondisikan tim dengan baik supaya nanti pada waktunya, kita dapat hasil yang terbaik," kata dia.

    Video: Jelang PON 2020, Klub Basket Selebriti Jajal Mimika Sport Complex



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id