Meski Paling Bersinar, Herry IP Tetap Evaluasi Hendra/Ahsan

    Kautsar Halim - 18 April 2019 21:14 WIB
    Meski Paling Bersinar, Herry IP Tetap Evaluasi Hendra/Ahsan
    Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. (Foto: Humas PBSI)
    Terdapat tiga ganda putra Indonesia yang berada di ranking lima besar dunia. Salah satunya, pasangan veteran Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

    Jakarta: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memang berstatus sebagai ganda putra nonpelatnas sejak awal tahun ini. Tapi, bukan berarti mereka luput dari perhatian Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI).

    Kepala Pelatih Ganda Putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi (Herry IP), tetap mengamati dan memberi masukan kepada Hendra/Ahsan. Tapi kini, evaluasinya dikerucutkan berdasar pencapaian ajang Malaysia Open 2019 dan Singapore Open 2019. 

    Seperti diketahui, The Daddies--julukan Hendra/Ahsan menjadi ganda putra Indonesia yang paling berprestasi dalam dua event tersebut. Mereka mampu mencapai perempat final Malaysia Open dan finalis Singapore Open.
     

    Klik: PBSI Berencana Rombak Ganda Putri


    Ganda putra Indonesia yang lebih muda seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tidak pernah mencapai final. Paling bagus, Fajar/Rian berada di semifinal Malaysia Open, sedangkan Kevin/Marcus semifinal Singapore Open. 

    "Hendra/Ahsan cukup konsisten dan stabil. Mereka juga tampil konsisten apabila bertanding di semifinal dan final. Tapi, pencapaiannya tetap harus dievaluasi. Pasalnya, persaingan di ranking lima besar makin ketat," ujar Herry seperti dilansir dari rilis Humas PBSI. 

    "Saat bertanding, siapa yang paling siap, itu yang memungkinkan memenangkan pertandingan. Kemudian, pemain yang yang paling bisa memanfaatkan angin juga. Sebab, hampir semua lapangan di Asia memiliki masalah angin," tambahnya.
     

    Klik: Olimpiade Tokyo 2020 Pertandingkan 33 Cabang


    Terdapat tiga ganda putra Indonesia di ranking 5 besar dunia. Kevin/Marcus masih berada di puncak, Hendra/Ahsan keempat dan Fajar/Rian kelima. Menanggapi itu, Herry berharap anak-anak asuhnya tidak saling bentrok di awal turnamen.

    "Yang harus dihindari itu saling bertemu sebelum delapan besar. Sebab, ranking bisa naik kalau ketemu di semifinal atau di final. Saya juga enggak mengatur hasil pertandingan ketika Hendra/Ahsan bentrok dengan sesama negaranya. Mereka saling fight karena hadiahnya juga buat masing-masing," tutup Herry sambil melempar tawa.





    (KAU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id