Ganjar Pranowo Siap Fasilitasi Pertemuan PB Djarum-KPAI

    Rendy Renuki H - 12 September 2019 12:29 WIB
    Ganjar Pranowo Siap Fasilitasi Pertemuan PB Djarum-KPAI
    Ganjar Pranowo (MI/Susanto)
    Jakarta: Kisruh klub bulu tangkis PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus berlanjut. Tudingan ekspoitasi anak yang ditujukan KPAI kepada PB DJarum membuat mereka menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis mulai 2020 mendatang.

    Keputusan itu lantas membuat gaduh dunia perbulutangkisan nasional. Pasalnya audisi umum PB Djarum merupakan salah satu penyumbang atlet bulu tangkis berprestasi bagi Indonesia.

    Saat ini PB Djarum dan KPAI sedang di panggil Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyelesaikan masalah ini. Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap kembali menjadi mediator jika pertemuan tersebut tak kunjung menemui titik terang.

    "Kalau nanti tidak selesai kami pakai layer yang kedua, dalam konteks otonomi dulu saja. Kita bicara di Jawa Tengah saja dulu, saya fasilitasi untuk mereka bisa ketemu, saya undang semuanya ke Jawa Tengah, host-nya saya," kata Ganjar kepada Medcom.ID, Kamis 12 September.

    Ganjar juga menegaskan telah menemui pengurus PB Djarum terkait permasalahan ini. Ia menilai audisi umum PB Djarum harus terus dilanjutkan, apalagi klub bulu tangkis asal Kudus itu siap mencari jalan tengah agar tidak dicap mengeksploitasi anak oleh KPAI.

    "Karena Djarum posisinya di Jawa Tengah. Saya ketemu dengan pengurus PB-nya, dan akhinya kita ngobrol dengan mereka. Saya sampaikan dorong saja," ungkap Ganjar.

    "Wong Djarum-nya saja mau kok berkompromi. Kenapa kita bicara harus menghentikan pelatihannya," pungkas politikus PDI Perjuangan tersebut.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak PB Djarum dan KPAI sedang mengadakan pertemuan di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menpora Imam Nahrawi memanggil kedua belah pihak terkait untuk mencari jalan keluar permasalahan tersebut.

    PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis mulai 2020 mendatang. Tudingan eksploitasi anak dengan secara tidak langsung mengkampanyekan produk rokok.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id