Audisi Beasiswa Dihentikan, Tak Ada Lagi Cerita Heroik Atlet-Atlet Bulu Tangkis

    Gregorius Gelino - 11 September 2019 07:00 WIB
    Audisi Beasiswa Dihentikan, Tak Ada Lagi Cerita Heroik Atlet-Atlet Bulu Tangkis
    Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin
    Jakarta: PB Djarum menegaskan bakal terus berkontribusi dalam menelurkan atlet-atlet muda, meski tidak lagi menggelar audisi beasiswa bulu tangkis mulai 2020. Mereka bakal kembali menerapkan strategi tradisional.

    Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan program pembibitan atlet bulu tangkis. Namun, kini mereka akan menggunakan jasa pemandu bakat.

    Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai adanya unsur eksploitasi anak dalam Audisi Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum. Mereka menilai logo dan warna yang digunakan tidak lepas dari brand image produk rokok Djarum.

    Tidak ingin polemik berlanjut, PB Djarum mengambil sikap dengan menghentikan program audisi beasiswa bulu tangkis mulai 2020. Padahal, program tersebut sudah berjalan sejak 2006 dan berhasil menelurkan atlet-atlet andalan Indonesia seperti Kevin Sanjaya dan Tontowi Ahmad.

    "(Beasiswa PB Djarum) tetap jalan dengan cara tradisional. Jalur tradisional salah satunya adalah berburu di turnamen-turnamen yang ada di Indonesia. Berburu dari turnamen usia dini, duel dengan klub-klub tertentu, dan menunggu panggilan," tutur Yoppy dalam acara Newsmaker Medcom.id pada Selasa (10/9/2019).

    Meski demikian, Yoppy menilai kuantitas para penerima beasiswa akan berkurang. Apalagi tidak sedikit anak-anak kurang mampu yang akan kehilangan kesempatan menerima beasiswa tersebut.

    "Tidak akan ada ditemui lagi cerita-cerita heroik dari para atlet usia dini yang punya potensi super karena ia tidak punya uang untuk ke mana-mana. Dia tidak bisa ikut turnamen di Jawa, sedangkan turnamen di tempatnya dia bisa dihitung dengan jari. Cerita itu akan hilang semua," ucapnya.

    "Saya punya cerita-cerita heroik seperti itu sepanjang audisi. Itu akan jadi cerita menarik sekali kalau nanti lima tahun lagi ia akan menjadi pemain top dunia," pungkasnya.

    Video: Misi Susi Susanti Jaga Tradisi Emas Olimpiade | 2x45

     



    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id