Turnamen Internal PBSI Satukan Pemain Senior dan Junior

    Gregorius Gelino - 26 Juni 2020 21:52 WIB
    Turnamen Internal PBSI Satukan Pemain Senior dan Junior
    Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi (dua dari kanan), mengevaluasi turnamen internal PBSI (dok. PBSI)
    Jakarta: Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, mengaku puas dengan penampilan anak-anak asuhnya pada turnamen internal PBSI. Herry mengatakan bahwa banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran oleh para atlet dari turnamen ini. 

    Contohnya pada pasangan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin yang mencoba untuk bangkit setelah di hari pertama gagal merebut kemenangan. Rian/Daniel yang sesama pemain belakang, cukup kesulitan untuk mengolah permainan di depan net sehingga mereka tidak mendapat kesempatan untuk menyerang. 

    "Saya memang kasih masukan ke mereka, harus ada yang main di depan, dipilih dong siapa yang bisa pancing bola, harus ada yang mengatur, jadi permainannya bisa hidup. Bagusnya mereka walaupun belum bisa menerapkan di dua pertandingan pertama, tapi bisa bangkit dan membuktikan di pertandingan-pertandingan selanjutnya," beber Herry. 

    Sepanjang kompetisi ini, Herry berharap para pemain muda bisa mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari para senior mereka. Herry mengatakan bahwa pemain muda beruntung bisa mencicipi rasanya berpasangan dengan senior-senior mereka yang punya rangking dunia cukup bagus. 

    Herry juga menilai para pemain senior bisa belajar dari turnamen ini. Ia menilai para pemain senior bisa memahami bahwa membimbing pemain muda itu tidak mudah. 

    "Pemain senior sudah biasa pasangan sama yang selevel, selalu sesuai dengan pemikiran mereka, seperti harapan mereka, cara mainnya dan sebagainya. Sekarang harus bimbing yang junior, harus manage hatinya, nggak boleh kesel-kesel karena rata-rata kan yang sering 'mati' itu pemain junior," kata Herry. 

    "Sebagai senior, mereka harus bisa menerima kekurangan partner dan belajar bagaimana bisa membangkitkan semangat partnernya," lanjut Herry. 

    Dari enam pasangan yang berlaga, Herry mengelompokkan penampilan mereka jadi tiga bagian. Yang pertama yang dinilainya stabil dari awal sampai akhir yaitu Fajar/Yeremia. Kemudian yang terus menanjak dari bawah ke atas yaitu Rian/Daniel. 

    Sedangkan Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri, Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto dinilainya cukup baik di awal namun penampilannya menurun. 

    Herry menilai Leo/Ahsan sebetulnya punya peluang, akan tetapi Leo harus masih menambah kekuatan tangannya, hal ini yang paling digarisbawahi Herry dari performa Leo di sepanjang kompetisi ini. 

    Video: Novak Djokovic dan Istrinya Positif COVID-19

     



    (GRG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id