MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Medali-medali Jokowi

    Sobih AW Adnan - 31 Desember 2018 20:28 WIB
    Medali-medali Jokowi
    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo sebagai Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia. Antara Foto/Muhammad Adimaja
    Jakarta: Lebih baik diremehkan dari pada dipuji. Ambil posisi underdog, agar siapapun tak bisa menduga gebrakan fatalmu.

    Tak sesekali, meme berisi kutipan Presiden Joko Widodo itu mondar-mandir di beranda media sosial. Kalimatnya cukup singkat, namun sebagian besar orang merekamnya sebagai sebait ungkapan yang tak begitu mengkhianati karakter si pengucap.
    Sosok yang karib disapa Jokowi itu, pada faktanya memang tak gila pujian. Malahan, hingga menduduki jabatan orang pertama di Indonesia pun, ia masih saja dirundung cacian, hinaan, juga fitnah-fitnah tak masuk akal.

    Berkaca pada kutipan lainnya, Jokowi cukup membantah semuanya dengan "Kerja, kerja, dan kerja!" Ia pun tetap tenang melenggang, dan terus berikhtiar mewujudkan apa yang oleh rakyat Indonesia cita-citakan.

    Beruntung, masih banyak pihak yang mampu melihat pemimpin Indonesia ini secara lebih obyektif. Beberapa medali dan penghargaan atas jasanya, tetap diterima Jokowi dari kancah nasional dan internasional di sepanjang 2018.

    Pembangunan nasional

    Istilah pemerataan ekonomi bagi negara seluas Indonesia nyaris menjadi mimpi di siang bolong belaka. Daerah tertinggal dan wilayah perbatasan, hampir selalu harus terima untuk dinomor-duakan.

    Hal itu, seakan terbantahkan ketika pemerintahan di bawah Presiden Jokowi beriktikad untuk menyudahi pembangunan Indonesia yang terkesan Jawasentris. Jokowi, memulai rancangan pembangunan infrastruktur dari desa dan pinggiran.

    Untuk itulah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merasa perlu mengganjar Jokowi sebagai tokoh pemerataan pembangunan. Pada 24 September 2018 lalu, Presiden dianugerahi medali penghargaan dalam perayaan HUT ke-50 Kadin sebagai apresiasi atas berbagai arah kebijakan pemerintah dalam mengupayakan pembangunan nasional yang merata.

    Kala itu, Ketua Panitia HUT ke-50 Kadin Bobby Gafur Umar, menilai Jokowi telah menetapkan agenda percepatan pembangunan di Indonesia yang lebih adil.

    "Pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa," kata dia di The Ritz Carlton, Jakarta, Senin malam, 24 September 2018.

    Menurut dia, Jokowi telah meyakini pembangunan tanpa pemerataan akan menimbulkan friksi dengan saudara sendiri di negeri ini. 

    "Selain itu, Jokowi juga menyadari kunci utama pertumbuhan ekonomi adalah dengan membuka simpul-simpul hambatan konektivitas melalui program percepatan pembangunan infrastruktur," kata dia.

    Perdamaian dalam kebinekaan

    Selain pembangunan fisik, persoalan hubungan sosial juga menjadi tantangan penting bagi masyarakat internasional. Banyak negara mengamati eksistensi Indonesia sebagai negara majemuk, namun tetap dianggap mampu melakukan harmonisasi sehingga senantiasa bisa menjaga perdamaian dan keamanan.

    Termasuk, menelaah bagaimana langkah dan upaya yang dikerjakan para pemimpinnya. Ihwal ini, persis yang dilakukan Pemerintah Afganistan. Pada awal tahun lalu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menganugerahi Jokowi Khazi Amanullah Khan Medal atau medali penghargaan tertinggi atas keberaniannya dalam upaya perdamaian dunia. 

    "Presiden Afganistan memberikan medali tertinggi kepada Presiden Jokowi, yaitu penghargaan medali tertinggi untuk keberanian atas upaya perdamaian dunia, termasuk di Afganistan," tulis Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam akun Twitternya, Selasa, 30 Januari 2018.

    Tidak sampai di sini, penghargaan serupa juga datang beberapa bulan lalu. Tepatnya, pada Oktober 2018, Presiden Joko Widodo dinyatakan masuk dalam daftar 50 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Fakta itu didapat berdasarkan hasil riset Pusat Studi Strategi Kerajaan Islam (The Royal Islamic Strategic Studies Centre/RISSC).

    Lembaga itu merilis daftar 500 muslim dunia paling berpengaruh pada 2019. Jokowi ada di urutan 16 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya. Pada 2017, Jokowi menduduki posisi 12 dan pada 2016 berada di posisi 11.

    Baca: Jokowi Berperan Besar pada Muslim Dunia

    RISSC menggaris-bawahi kegemaran Jokowi blusukan. Menurut mereka, kebiasaan Presiden ke-7 Indonesia itu membuat dia bisa mendengarkan keluhan dan masukan warga. Itulah yang membuat Jokowi populer.

    Kelas pemimpin dunia

    Popularitas Jokowi di mata masyarakat internasional sebenarnya bukan barang baru. Di tahun-tahun sebelumnya, aneka langkah dan gebrakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga sudah cukup banyak mendapatkan apresiasi dan sorotan.

    Khusus untuk tahun ini, popularitas Presiden Jokowi di kancah dunia tetap menempatkannya di jajaran nama-nama tokoh berpengaruh dunia. Termasuk, dalam versi Forbes yang terbit pada awal Desember 2018 lalu, Presiden RI itu tercatat di nomor urut 75 dari 100 tokoh yang dipertimbangkan. 

    "Polingnya menunjukkan persentase penerimaan warganya mencapai 60 persen," tulis Forbes pada Senin 17 Desember 2018.

    Jokowi, kata Forbes, bersumpah meminimalkan birokrasi saat dia menjabat sebagai presiden. Dia juga berjanji untuk meningkatkan investasi domestik dan asing di negara dengan ekonomi terbesar se-Asia Tenggara.





    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id