Presiden Diharap Cekatan Menangani Pandemi Hingga Radikalisme

    Yogi Bayu Aji - 29 November 2020 00:39 WIB
    Presiden Diharap Cekatan Menangani Pandemi Hingga Radikalisme
    Presiden Joko Widodo dalam sambutannya terkait Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020. Foto: Sekretariat Kepresidenan
    Jakarta: Kaum hawa yang tergabung dalam Perempuan Garda Nusantara mendesak Presiden Joko Widodo bertindak cepat dan tegas dalam mengatasi setiap persoalan bangsa. Hal ini menyangkut pandemi virus korona (covid-19) hingga radikalisme yang mengancam keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

    Tuntutan itu di antaranya disuarakan analis militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie, pakar hukum Harkristuti Harkrisnowo, serta aktivis sosial Maryuna Nasution. Aktris seperti Christine Hakim dan Olga Lidya juga tergabung dalam gerakan ini. 

    Connie Rahakundini menyebut ada tiga tuntutan untuk Jokowi. Pertama, Presiden Jokowi diharap mampu memperhatikan dan mengukur sense of security masyarakat, terutama kaum ibu yang mengkhawatirkan masa depan anak dan cucu mereka.

    "Kegagalan dan keraguan negara tercermin dari cederanya objek vital nasional serta pembangkangan tokoh ormas (organisasi masyarakat) dalam mengumpulkan massa di tengah pandemi covid-19, serta menimbulkan gejolak dalam bentuk ancaman dan ujaran kebencian," jelas Connie di Jakarta, Sabtu, 28 November 2020.

    Connie menyoroti rusaknya sejumlah fasilitas di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, yang merupakan objek vital nasional, Selasa, 10 November 2020. Kerusakan ini akibat kerumunan massa yang menyambut kedatangan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

    Rangkaian acara yang digelar Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat; Tebet, Jakarta Selatan; dan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, juga mengundang kerumunan massa. Bahkan klaster-klaster baru penyebaran covid-19 muncul di tiga lokasi itu. Polisi sedang mengusut kasus ini.

    "Tuntutan kedua, negara harus hadir dengan tegak dan utuh dalam menjamin terkendalinya haluan negara. Negara harus dapat membuktikan terciptanya ketertiban dan keamanan nasional dari kendala yang terus memompa ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa," jelas Connie.

    Baca: Pengganti Edhy Prabowo Bisa Profesional atau Kader Parpol

    Harkristuti Harkrisnowo menjelaskan negara harus membuktikan kehadirannya dengan lebih tegas, konsisten, dan terukur dalam bertindak. Sementara itu, pada tuntutan ketiga, Perempuan Garda Nusantara menyinggung soal reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju. 

    Menurut Harkristuti, tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada kasus suap izin ekspor benih lobster, Rabu, 25 November 2020, harus menjadi momentum bagi Presiden Jokowi merombak kabinet. Perombakan tidak semata pada Edhy saja.

    "Kami sangat mendukung usaha-usaha untuk me-reshuffle Kabinet Indonesia Maju, dan juga lembaga-lembaga pemerintah demi efektivitas kerja Presiden dalam menjalankan kebijakannya, terutama pada aspek penanganan intoleransi, radikalisme dan separatisme, serta penegakan protokol kesehatan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," ungkap Harkristuti.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id