Soal Formula E, Bamsoet: Proses Hukum Jalan, Balapan Juga Jalan Terus

    Anggi Tondi Martaon - 28 November 2021 14:45 WIB
    Soal Formula E, Bamsoet: Proses Hukum Jalan, Balapan Juga Jalan Terus
    Ketua MPR Bambang Soesatyo. MI/Susanto



    Jakarta: Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E. Namun, penyelenggaraan ajang balap mobil listrik itu tetap harus dilaksanakan.

    "Bahwa ada pihak-pihak atau orang nanti terbukti menyalahgunakan jabatan menimbulkan kerugian negara silakan diproses. Tapi kegiatan olahraganya, kegiatan otomotifnya harus tetap dijalankan dan kita sukseskan," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, 28 November 2021.

     



    Ketua Umum (Ketum) Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu menilai urusan hukum dan kegiatan olahraga tidak bisa dicampuradukkan. Apalagi, berbagai persiapan sudah dilakukan dengan menelan biaya besar.

    "Artinya apa? Kita harus memanfaatkan apa yang sudah kita bayarkan ini di luar urusan hukumnya harus bermanfaat bagi kepentingan rakyat kita," ujar dia.

    Bamsoet meyakini ajang balap mobil listrik dunia itu memiliki banyak manfaat bagi Indonesia. Dia mencontohkan penyelenggaraan World Superbike di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Penyelenggaraan World Superbike berdampak besar pada perekonomian di NTB. Bahkan, hal serupa juga dirasakan daerah di sekitar NTB.

    "Hotel-hotel penuh, penerbangan penuh, restoran penuh, rumah-rumah penduduk banyak yang ditinggali oleh para turis, kemudian UMKM juga tumbuh dari penjualan merchandise, souvenir-souvenir. Jadi harus dilihat dari sisi itu," ujar dia.

    Bamsoet juga menilai suksesnya penyelenggaraan Formula E bukan mengharumkan nama pihak atau daerah tertentu. Tapi, Indonesia secara keseluruhan.

    "Nah pertanyaan berikutnya adalah kalau Formula E ini sukses yang namanya bagus siapa? Anies (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan)? Engga, Jakarta? enggak. Tapi kan Indonesia kan gitu," sebut dia.

    KPK mendalami pembayaran ajang balap Formula E. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan lebih mahal dari kota lain di dunia.

    DKI Jakarta harus merogoh kocek 122,102 juta Poundsterling atau Rp2,3 triliun untuk mengadakan ajang balap mobil listrik tersebut. Sementara itu, negara lain hanya mengeluarkan Rp1,7 miliar sampai Rp17 miliar.

    Kesimpulan sementara KPK, anggaran besar untuk biaya promosi. Pasalnya, DKI Jakarta kurang terkenal dibandingkan dengan kota penyelenggara lainnya.

    Baca: IMI Gandeng KPK untuk Awasi Formula E Jakarta
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id