Tak Semua ASN Bisa Bekerja Fleksibel

    Sri Yanti Nainggolan - 07 Desember 2019 13:39 WIB
    Tak Semua ASN Bisa Bekerja Fleksibel
    Suasana diskusi soal 'Meracik Pegawai Negeri Super' di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Desember 2019. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan
    Jakarta: Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Rudiarto Sumarwono menegaskan, tak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa berkerja secara fleksibel. Sistem itu akan mulai diujicoba 2020.

    "Tak semua jabatan bisa fleksibel. Terkait pelayanan publik tetap seperti biasa," ujar dia dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, Sabtu, 7 Desember 2019. 

    Ia membandingkan dengan pengalaman kerja fleksibel di negara maju seperti Australia dan Inggris. Hanya ASN dengan performa tinggi yang bisa menjalankan sistem kerja fleksibel. 

    "Selain itu, ada mekanisme, siapa yang boleh. Yang penting output terjaga," tambah dia. 

    Rencananya, try out terhadap manajemen kinerja aka dilakukan pada Januari 2020. Try out mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring. 

    "Setelah setahun, baru evaluasi. Setelahnya, diambil kebijakan," kata dia. 

    Terdapat tiga hal dalam Flexible Working Arrangement (FWA). Pertama flexible place, di mana ASN tak hanya bekerja di kantor, tetapi juga bisa di rumah atau mall. Kedua, flexible time atau ASN bisa bekerja di luar jam kantor yang sudah ditetapkan. Terakhir, flexible job, yaitu pekerjaan ASN tak hanya bisa dilakukan oleh satu pegawai saja. 





    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id