Menkopolhukam Sebut Jurnalis Mongabay Asal AS Segera Dideportasi

    Nur Azizah - 25 Januari 2020 01:31 WIB
    Menkopolhukam Sebut Jurnalis Mongabay Asal AS Segera Dideportasi
    Menko Polhukam Mahfud MD. MI/M Irfan.
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menyebut, jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Philip Jacobson akan segera dideportasi. Philip disebut telah melanggar aturan.

    Mahfud menjelaskan, Philip datang ke Indonesia menggunakan visa wisata. Namun, nyatanya Philip melakukan peliputan di provinsi Kalimantan Tengah dan menjadi pembicara di sejumlah forum.

    "Dia datang ke Indonesia dengan visa kunjungan kemudian melakukan kegiatan kewartawanan, menulis berita, sudah ada bukti buktinya itu, lalu dilarang oleh Pemerintah Indonesia," kata Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.

    Mahfud pun meminta pihak imigrasi untuk segera mendeportasi Philip. Pemerintah tidak akan memberikan sanksi lain, sebab, pelanggaran yang dilakukan Phillip sebatas masalah administrasi.

    "Kita usahakan segera dideportasi saja kalau tidak melakukan kejahatan lain ya. Kalau hanya pelanggaran teknis, administrasi visa," ujar dia.

    Philip Jacobson, 30, pertama kali diperiksa pada 17 Desember 2019 setelah menghadiri sidang antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah dengan cabang Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), kelompok advokasi hak adat terbesar di Indonesia.

    Dia telah melakukan perjalanan ke kota tersebut tidak lama setelah memasuki Indonesia dengan visa bisnis untuk serangkaian pertemuan. Pada hari ia akan pergi, otoritas imigrasi menyita paspornya, menginterogasinya selama empat jam dan memerintahkannya untuk tetap di kota sambil menunggu penyelidikan.

    Pada 21 Januari, lebih dari sebulan kemudian, Jacobson secara resmi ditangkap dan ditahan. Dia diberitahu bahwa dia menghadapi tuduhan melanggar undang-undang imigrasi 2011 dan hukuman penjara hingga lima tahun. Dia sekarang ditahan di fasilitas penahanan di Palangkaraya. 



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id