• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 17 OKT 2018 - RP 41.348.051.099

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Jokowi Restui Pembentukan Pasukan Elite Antiteror TNI

Achmad Zulfikar Fazli - 16 Mei 2018 18:38 wib
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Moeldoko. Foto:
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Moeldoko. Foto: Medcom.id/Dheri

Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purna) Moeldoko menyebut Presiden Joko Widodo merestui pembentukan ‎kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI. Pasukan elite ini akan bertugas memberantas terorisme.
 
"Sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.
 
Koopssusgab berisikan pasukan terbaik dari setiap matra di TNI, yakni pasukan khusus terbaik dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut.
 
"‎Mereka setiap saat bisa digerakkan ke penjuru, kemanapun dalam tempo yang secapat-cepatnya, tugasnya seperti apa, akan dikomunikasikan antara Kapolri dan Panglima TNI," ujar dia.
 
Ia menilai pembentukan kembali Koopssusgab tidak perlu diperkuat dengan payung hukum atau menunggu Keputusan Presiden (Keppres). Pasukan itu pun, lanjut dia, sudah disiapkan di bawa komando Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
 
"Sekarang ini perannya adalah tetap membantu kepolisian, nanti kalau UU (teroris) sudah turun, kita akan sesuaikan," ucap dia.

Baca: TNI Bentuk Komando Operasi Khusus 

‎Moeldoko menuturkan, Koopssusgab‎ bekerja untuk menciptakan ketenangan di masyarakat. Apalagi, saat ini terjadi aksi terorisme di beberapa daerah.
 
"Itulah hukum alam, hukum aksi dan reaksi, begitu teroris melakukan aksi kita bereaksi, kita melakukan aksi, mereka bereaksi, ini sudah pasti," ujar dia.
 
Eks Panglima TNI itu mengimbau masyarakat untuk tidak lagi khawatir yang berlebihan dengan aksi terorisme dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.
 
"Jadi percakan penuh pada instrumen keamanan yang akan bekerja, tidak usah khawatir, kalau ada peristiwa seperti Riau hari ini, jangan direspons berlebihan," kata dia.


(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.