• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

PDIP Nilai Usulan Debat Berbahasa Inggris Kontraproduktif

Dheri Agriesta - 14 September 2018 18:44 wib
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto--Medcom.id/M Sholahadhin
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: PDI Perjuangan (PDIP) angkat bicara mengenai usulan debat berbahasa Inggris yang disampaikan Ketua DPP PAN Yandri Susanto. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai usulan itu kontraproduktif.

"Bagaimana mungkin semangat menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Kini direduksi sebagai sekedar keterampilan berbahasa asing? PDIP berpendapat bahwa usuan tim kampanye Prabowo-Sandi tersebut kontrapoduktif dengan semangat Sumpah Pemuda," kata Hasto dalam keterangan yang diterima, Jumat, 14 September 2018.

Hasto menilai tim kampanye dua pasangan calon seharusnya mengutamakan rasa cinta Tanah Air, sejarah kemerdekaan bangsa, dan kebanggaan jati diri bangsa. Tiga hal itu harus dijadikan prinsip dan tak boleh dikalahkan ambisi kekuasaan.

Apalagi, sejarah mencatat bagaimana perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan. Indonesia, ucap Hasto, bisa bersatu karena semangat sumpah pemuda dan kebangkitan nasional.

Baca: Debat Pilpres tak Perlu Berbahasa Inggris

Hasto pun curiga, usulan ini muncul karena tim kampanye Prabowo-Sandi menggunakan jasa konsultan politik asing. "Apakah ini karena isu yang beredar bahwa Tim Kampanye Prabowo-Sandi di back-up oleh konsultan asing?” papar Hasto.

Hasto menegaskan debat capres dan cawapres yang digelar KPU merupakan acara formal dan kegiatan kenegaraan. Setiap acara formal wajib menggunakan bahasa Indonesia.

Hal ini diatur dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang  Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. "Jadi kita mempertanyakan usul yang jelas jauh dari memperkuat semangat kebangsaan di tengah era globalisasi saat ini," pungkas Hasto.


(YDH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.