Pelaksanaan Proyek Pompa Sentiong Ancol Diminta Transparan

    Juven Martua Sitompul - 22 Juli 2021 14:27 WIB
    Pelaksanaan Proyek Pompa Sentiong Ancol Diminta Transparan
    Wakil Ketua Komisi V DPR Syarif Alkadrie/MI



    Jakarta: Kementerian PUPR diminta menaati regulasi terkait pelaksanaan proyek pengendali banjir pompa Sentiong, Ancol. Terpenting, proyek untuk pengendalian banjir di Jakarta itu berjalan sesuai aturan.

    "Kalau tidak sesuai regulasi ini tentu bisa menjadi masalah. Jadi pemerintah tentunya harus melakukan itu semua sesuai dengan regulasi yang ada," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Syarif Alkadrie saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis, 22 Juli 2021.

     



    Pernyataan ini disampaikan Syarif menanggapi tudingan pihak East Pump. East Pump menyebut pompa yang sedianya sudah dimasukkan pada pengajuan tender Wijaya Karya selaku penggarap proyek tiba-tiba dibatalkan secara sepihak tanpa ada penjelasan apa pun dari pihak PU.

    Wijaya Karya mengisyratkan pihak PU dalam beberapa kontrak tidak hanya mengarahkan spesifikasi yang dibutuhkan untuk proyek. Namun juga sudah mengarahkan ke merek yang akan digunakan.

    "Saya kira pemerintah tidak sampai perlu terlalu jauh berkaitan dengan penunjukan langsung seperti itu lantaran itu menggunakan anggaran APBN," kata Syarif.

    Baca: NASA Sebut Jakarta Akan Tenggelam, Begini Respons Wagub DKI

    Politikus Partai Nasdem itu pun kembali mengingatkan agar pengerjaan proyek bernilai Rp437 miliar itu berlangsung transparan dan sesuai regulasi. Sehingga, ketidakjelasan proses pergantian merek East Pump kepada merek lainnya benar-benar sesuai prosedur.

    "Harus transparan dan harus diketahui alasannya apa. Apa yang menjadi alasan penggantian kerja sama tersebut," kata dia.

    Baca: DKI Siagakan 470 Unit Pompa Air Antisipasi Banjir

    Sementara itu, Wijaya Karya menyatakan pihaknya hanya menjalani petunjuk dari pemberi proyek, yakni Kementerian PUPR yang ditangani langsung Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane. Humas Wijaya Karya untuk proyek Sentiong Ancol, Aan, mengamini Kementerian PUPR memberikan spesifikasi pompa yang bisa digunakan untuk proyek tersebut.

    "Biasanya dispesifikasi sudah tertera jenisnya dan kita kalau mau mengadakan harus mengacu ke situ. Biasanya ada yang langsung mengarah ke merek biasanya ada yang umum. Kalau di Sentiong saya tidak tahu sudah mengarah nama atau belum tapi biasanya sudah jelas arahnya oleh pemberi proyek," kata Aan.

    Berbeda dari penjelasan pihak Wijaya Karya, Kepala BBWS Ciliwung Cisadane, Bambang Heri Mulyono, justru mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan merek. Sebab, dari pemerintah hanya sebatas memberikan spesifikasi yang harus dipenuhi kontraktor.

    "Kalau masih suplier siapa, kami tidak ikut campur. Yang kami kontrol spesifikasinya memenuhi apa yang kami perlukan. Kalau masalah merek suplier bukan urusan kami itu urusan kontraktor. Kita pure sesuai kebutuhan teknis lapangan," kata Bambang.

    Sementara itu, untuk alasan pergantian merek pompa, Bambang beralasan hal tersebut berdasarkan hasil penyelidikan pascapemberian kontrak kepada Wijaya Karya. "Dalam pelaksanaan kita melakukan penyelidikan geologi tanah lagi. Di dalam temuan di lapangan disesuaikan dengan lapangan kita lalu melakukan penyesuaian," kata Bambang.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id