Proyeksi Seperempat Abad Alutsista Dinilai Ideal

    Theofilus Ifan Sucipto - 03 Juni 2021 12:14 WIB
    Proyeksi Seperempat Abad Alutsista Dinilai Ideal
    Ilustrasi alutsista TNI/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah



    Jakarta: Proyeksi seperempat abad atau 25 tahun ke depan untuk pengadaan alat utama sistem keamanan (alutsista) dinilai ideal. Kesiapan TNI diyakini lebih mantap dengan hadirnya barang-barang anyar.

    “Ini meningkatkan kesiapan alpalhankam (alat peralatan pertahanan dan keamanan)  TNI secara signifikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi), Rizal Darma Putra, dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Rizal juga menilai pemerintah ingin menjamin konsistensi pemenuhan alpalhankam TNI. Menurut dia, saat ini TNI tidak memiliki kesiapan tempur yang memadai lantaran jumlah alpalhankam dan amunisi terbatas.

    “Sebagian alpalhankam pun sudah tua dan tidak beroperasi optimal,” ujar dia.

    Baca: Prabowo Disebut Sudah Memiliki Gambaran Alutsista yang Akan Dibeli

    Rizal mengapresiasi perhatian Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ihwal pengadaan alutsista. Pembelian alutsista bakal dilakukan dalam rencana strategis (renstra) 2019-2024.

    Dia menganalogikan wacana itu seperti perusahaan yang memiliki sebidang tanah dengan isi tambak, kebun, dan sawah. Perusahaan berinvestasi membangun pagar dan membeli alat untuk menjaga lahannya agar tidak diklaim orang. Pembayarannya dicicil menggunakan anggaran yang dimiliki.

    “Investasi langsung di 2021-2024 meningkatkan posisi tawar Indonesia agar mendapatkan alat pertahanan dengan harga lebih terjangkau,” papar Rizal.

    Dia yakin alat yang dibelanjakan kompatibel antara satu dengan yang lainnya. Sebab, investasi dilakukan dalam waktu relatif singkat.

    Sebelumnya, Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Alpalhankam memproyeksikan pengadaan alutsista 25 tahun ke depan. Pembelian alutsista bakal dilakukan dalam renstra 2019-2024.
     
    "Jadi, kita belanja (alutsista) pada renstra pertama untuk kebutuhan 25 tahun," kata juru bicara (jubir) Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021.
     
    Dia menjelaskan Prabowo membuat rencana tersebut agar pengadaan peralatan pertahanan dilakukan dalam satu gelombang. Setelah itu, Indonesia fokus pada perawatan alutsista.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id