Perpanjangan PPKM Level 4 Tidak Boleh Diwarnai Sikap 'Asal Bapak Senang'

    Candra Yuri Nuralam - 26 Juli 2021 11:20 WIB
    Perpanjangan PPKM Level 4 Tidak Boleh Diwarnai Sikap Asal Bapak Senang
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Seluruh pihak terkait dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 diminta bekerja lebih keras. PPKM diharapkan dijalankan maksimal, tanpa ada yang dikurang-kurangi atau dilebih-lebihkan.

    "Perpanjangan PPKM level 4 menunjukkan usaha pemerintah untuk menekan laju persebaran covid-19. Pemerintah harus fokus dan serius menjalankan PPKM. Hindari prinsip manajemen 'asal bapak senang'," kata anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher melalui keterangan tertulis, Senin, 26 Juli 2021.

     



    Menurut dia, pemerintah sudah tepat memperpanjang masa PPKM level 4. Kebijakan itu perlu diteruskan karena laju penyebaran covid-19 masih belum bisa dikendalikan.

    Pemerintah dan seluruh stakeholder terkait diminta memperbaiki seluruh kesalahan dalam PPKM sebelumnya. Hal ini mengingat PPKM tidak bisa diperpanjang terus menerus.

    Baca: Pelonggaran PPKM Harus Dibarengi Pengetatan Pemantauan Prokes

    "Pertama, testing dan tracing perlu dilakukan lebih masif. Penurunan kasus per 25 Juli bukan berarti usaha penanganan pandemi telah berhasil karena angka itu disertai oleh jumlah testing yang juga jauh menurun," jelas dia. 

    Tracing di Indonesia, kata dia, masih jauh dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni minimal 30 orang per satu kasus positif. Pada Februari 2021, Menteri kesehatan Budi Gunadi Sumadi sudah menargetkan tracing 30 orang per satu kasus. 

    "Namun, terus menurun menjadi 15 orang pada PPKM darurat," ujar Netty. 

    Selain itu, pemerintah diminta memperhatikan pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Pasien isolasi mandiri, kata dia, tidak boleh dibedakan dengan yang dirawat di rumah sakit.

    "Pasien terpaksa isoman karena overkapasitas faskes, mulai dari puskesmas hingga RS. Jangan sampai kasus kematian pasien isoman terus meningkat akibat kurang pemantauannya," tutur Netty.

    Nasib tenaga kesehatan (nakes) turut diminta tidak dilupakan. Pemerintah harus segera mencairkan intensif nakes. Alat pelindung diri (APD) bagi nakes juga tidak boleh sampai kurang.

    Pemerintah didesak mempercepat vaksinasi. Netty menegaskan hanya vaksinasi yang bisa membuat Indonesia bebas dari pandemi covid-19.

    "Perbanyak sentra vaksinasi untuk mencegah penumpukan massa saat vaksinasi serta permudah dan  perluas aksesnya bagi masyarakat," kata dia.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id